Untitled Document
Rabu , 17 Juni 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Ice-ice Ancam Budidaya Rumput Laut
Jumat, 26 Sep 2008 - Sumber: trobos.com - Terbaca 5732 x - Baca: 16 Jun 2026
 
Kerusakan yang ditimbulkan dapat mencapai 90%, bahkan bisa ludes pada kasus kronis

Makin meningkatnya suhu permukaan air laut karena pengaruh global warming pada akhir-akhir ini tak hanya berdampak pada musnahnya ekosistem terumbu karang dan hutan mangrove, tetapi juga mengancam eksistensi budidaya rumput laut. Khususnya untuk jenis rumput laut Eucheuma cottonii dan Eucheuma spinosum.



Prof Jana T Anggadiredja, Deputi Kepala Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam, BPPT menjelaskan, meningkatnya suhu permukaan air laut akan mengakibatkan turunnya kandungan nutrisi di suatu perairan. Kondisi tersebut akan memacu munculnya penyakit pada rumput laut yang lazim dikenal dengan sebutan ice-ice. Jika telah terserang penyakit ini beberapa bagian thalus (batang) rumput laut akan memucat dan timbul bercak putih, yang kemudian meluas pada semua bagian thalus. Setelah itu, thalus membusuk dan akhirnya mati.



“Celakanya, kerusakan tanaman rumput laut akibat serangan penyakit ice-ice ini dapat mencapai 90%, bahkan bisa 100% bila kondisi serangan telah berlangsung lama (kronis),” ujar Jana yang pakar rumput laut ini. Kerugian besar sudah pasti ditanggung oleh pembudidaya. Mereka pun terpaksa membeli bibit rumput laut yang baru jika ingin memulai kembali usahanya.



Kejamnya serangan penyakit ice-ice ini juga pernah dirasakan oleh Ketut Sriyana, pembudidaya rumput laut jenis kotoni asal Pulau Nusa Lembongan, Bali. “Jika sedang datang musim penyakit ice-ice, dari seribu ris rumput yang ditanam, paling banter diperoleh hasil panen sebanyak 100 kg kering. Bahkan ada juga yang pulang hanya dengan membawa tali ris saja ke darat, karena rumput lautnya sudah habis,” ujar Sriyana kepada TROBOS beberapa waktu lalu. Padahal, dalam kondisi normal dari seribu ris rumput laut yang ditanam, para pembudidaya dapat memperoleh hasil panen antara 600-700 kg rumput laut kering.



Menurut Jana, penyakit ice-ice biasanya akan muncul pada saat awal musim kemarau. Meski demikian, dia juga tak menampik, jika pada akhir-akhir ini kemunculannya sulit diprediksi. “Masalahnya sekarang ini musim menjadi tidak menentu. Terutama sejak tahun lalu (2007-red),” imbuhnya. Kondisi ini juga diakui oleh Sriyana, “Sepanjang 2007 lalu, kemunculan penyakit ice-ice ini sulit diprediksi.” Jana pun menguatkan, sepanjang tahun lalu penyakit ice-ice ini cukup banyak muncul di Indonesia. “Setidaknya itu laporan yang saya peroleh dari para pembudidaya.”



Kondisi Perairan, faktor penyebab Penyakit ice-ice yang menyerang rumput laut jenis Eucheuma sp murni disebabkan oleh adanya tekanan lingkungan yang ekstrim, terutama karena adanya penurunan nutrisi di perairan secara tiba-tiba. Dan perubahan suhu perairan, salinitas dan pH juga menjadi faktor pemicunya. “Jadi, bukan disebabkan oleh bakteri atau virus. Kita sudah melakukan penelitian ini sejak lama dan kesimpulan serupa juga diberikan para peneliti dari Filiphina,” ujar Jana. Penurunan kandungan nutrisi di perairan akan menyebabkan proses fotosintesa yang dilakukan oleh rumput laut menjadi tak optimal. Alhasil, energi yang dihasilkan pun akan berkurang, sehingga kekuatan tanaman untuk menghadapi kondisi lingkungan yang kurang bersahabat juga akan berkurang.
Rinci dia menjelaskan, energi hasil proses fotosintesa oleh rumput laut akan digunakan untuk tiga hal. Pertama, energi yang dihasilkan akan digunakan untuk pertumbuhan. “Untuk memperbanyak cabang,” jelasnya. Kedua, untuk memperbanyak kandungan metabolit primernya, yaitu karagenan untuk rumput laut jenis Eucheuma sp dan agar-agar untuk rumput laut jenis Gracillaria sp. Terakhir, energi akan dipergunakan untuk pertahanan, terutama dari kondisi lingkungan yang kurang bersahabat.
 
 
 
More Berita
 
1 . JASUDA Fasilitasi Webinar Seri ke-2 INTROSEA Bahas Transformasi Industri Rumput Laut
  Kamis, 11 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 52 x
2 . Rumput Laut, 'Superfood' untuk Ketahanan Pangan Bangsa Maritim
  Senin, 08 Jun 2026-https://harian.disway.id/ - Terbaca 68 x
3 . Kegiatan Penanaman Siklus Pertama dalam Penelitian Kolaboratif KONEKSI di Takalar
  Sabtu, 06 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 71 x
4 . Peran Budidaya Rumput Laut terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
  Selasa, 02 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 96 x
5 . Dialog dengan Petani Budidaya Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Tekankan Modernisasi dan Hilirisasi
  Selasa, 26 May 2026-https://www.wapresri.go.id/ - Terbaca 111 x
6 . Kolaborasi PT JASUDA dan Universitas Gunadarma : Hadirkan Inovasi Alat Pengering Higienis
  Sabtu, 23 May 2026-Irna Aswanti Ibrahim dan Dian Maya Sari - Terbaca 100 x
7 . BI: Sulawesi Layak Jadi Pusat Hilirisasi dan Industri Rumput Laut Nasional
  Jumat, 22 May 2026-https://mediasultra.com/ - Terbaca 95 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 72 x
2 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 80 x
3 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 107 x
4 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 169 x
5 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 196 x
6 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 220 x
7 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 238 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,649,113 Kali
Member JaSuDa 10,763 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin