Untitled Document
Selasa , 16 Juni 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Hidup Mapan Bertanam Rumput Laut
Jumat, 12 Dec 2008 - Sumber: www.suarapembaruan.com - Terbaca 5777 x - Baca: 16 Jun 2026
 
Matheus (depan) dan Gotlif (belakang) merupakan petani rumput laut yang sukses membudidayakan kekayaan alam setempat. Dalam sebulan mereka meraup pendapatan Rp 2 juta sampai Rp 3 juta.

atheus Tambaru senang bukan main. Sejak aktif membudidayakan rumput laut, dia mengaku, pendapatannya menjadi berlipat-lipat. Bahkan, pria yang sebelumnya berprofesi nelayan itu, kini mampu menyekolahkan anak-anaknya, membeli parabola, dan membangun rumah. Singkatnya, Matheus mampu hidup mapan dari bertanam rumput laut. Padahal, ketika menjadi nelayan, Matheus hanya memperoleh untung Rp 40.000 per bulan. Jangankan untuk menyekolahkan anak, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari saja dia mengaku masih kesulitan.

"Tetapi sekarang, pendapatan saya mencapai Rp 6 juta per bulan pada masa panen atau normalnya Rp 2-3 juta per bulan hanya dengan budidaya rumput laut," kata Matheus ketika ditemui SP di Desa Kuli, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, beberapa waktu lalu.

Awalnya, Matheus hanya mengandalkan jaring nelayannya untuk menangkap ikan. Dari hasil tangkapannya itulah, dia memperoleh pendapatan sekitar Rp 40.000 per bulan. Pendapatan itu kemudian digunakannya untuk kehidupan sehari-harinya bersama istri dan enam anaknya.

Pada tahun 2004, Matheus menginjakkan kakinya ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, guna mempelajari cara bertani rumput laut dan mengikuti serangkaian pelatihan. Berkat ilmu itulah, dia mulai tergerak untuk mempraktikkan budidaya rumput laut di desanya, di Pulau Rote.

Hasilnya, dua kaveling seluas masing-masing 50 meter x 30 meter telah dimiliki Matheus. Dari dua kaveling itu, dia mampu menghasilkan rumput laut kering sebanyak 500 kilogram, yang kemudian dia jual dengan harga normal Rp 7.500 per kg.

"Pada masa panen normal, saya mampu mengantongi Rp 2-3 juta. Tetapi, kalau harganya naik seperti bulan kemarin, sempat Rp 22.500, saya bisa mengantongi Rp 6 juta," ujarnya.

Alhasil, bukan hanya kebutuhan makan sehari-hari keluarganya yang saat ini bisa dia penuhi, tetapi juga membangun rumahnya. Bahkan, Matheus dan keluarganya bisa menonton siaran televisi nasional dengan parabola yang baru dibelinya.

"Selain itu, dari enam anak saya, sekarang tiga di antara mereka sudah duduk di bangku sekolah," tegasnya.

Matheus mengungkapkan, untuk memulai budidaya rumput laut, modal yang dia butuhkan berkisar Rp 3 juta untuk satu kaveling. Uang itu digunakannya untuk membeli tali dan bibit. Tetapi, tali itu pun bisa digunakan berulang- ulang, sehingga modal kedua dan ketiga akan lebih murah lagi.

"Apalagi sejak 2007 lalu, badan kemanusiaan World Vision Indonesia (WVI) terus memberikan bantuan bibit dan tali, serta pendampingan untuk pengembangan budidaya rumput laut," tutur Matheus.

Di samping itu menurut dia, bertani rumput laut lebih mudah dan banyak mendatangkan keuntungan. Itu sebabnya, banyak petani padi dan bawang di desanya yang kini beralih profesi menjadi petani rumput laut.

"Bertani rumput laut ini, sekarang menjadi mata pencaharian utama saya, dan nelayan menjadi sampingan. Rata-rata petani di sini juga demikian. Mereka tetap bertani padi dan bawang, tetapi menjadikan rumput laut sebagai mata pencaharian utama mereka," tegasnya. Sebab dengan budidaya rumput laut, minimal pendapatan yang bisa diperoleh petani mencapai Rp 1 juta. Itu pun terjadi, hanya jika masa panen sedang buruk.

Matheus mengatakan, selama satu tahun, dia dapat menuai keuntungan dari lima kali masa panen. Sepanjang Januari hingga Mei, dia terus menanam, dan berhenti pada Juni, Juli, dan Agustus. Kemudian, dia lanjutkan lagi pada September, Oktober, November, hingga Desember.

"Selama tiga bulan saya tidak bertani rumput laut, yakni pada Juni, Juli, dan Agustus. Biasanya, saat itu saya kembali menangkap ikan. Tetapi selebihnya, saya bertani rumput laut," tutur dia.


Prospektif

Budidaya rumput laut petani di Desa Kuli merupakan salah satu proyek binaan World Vision Indonesia yang termasuk dalam program kemanusiaan Lintas (Livinghood Nusa Tenggara Timur Seaweed).

Area Development Manager (ADP) Rote WVI, Sugiarto Atmodjo mengatakan, proyek Lintas ini dilakukan di enam desa di Pulau Rote, yaitu Desa Tesabela, Kuli, Oelua, Oelolot, Oenitas, dan Mbueaen dengan jumlah keseluruhan petani mencapai 644 orang yang terbagi dalam 20 kelompok.

"Kami melihat, dengan budidaya rumput laut ini dampak ekonomi yang diberikan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat petani rumput laut," ujar Sugiarto.

Berdasarkan catatan Bank Indonesia Kupang, pemanfaatan lahan untuk budidaya rumput laut di Kabupaten Rote Ndao mencapai 2.714,98 hektare (ha) dan tersebar di enam kecamatan dan 31 desa. Dari total lahan yang dimanfaatkan, tahun 2003 saja mampu menghasilkan 1.935 ton rumput laut kering dan meningkat menjadi 3.964 ton pada 2004.

Kemudian tahun 2005, terjadi peningkatan pemanfaatan lahan budidaya sebesar 1,8 persen menjadi 3.298 ha dengan produktivitas rumput laut kering hingga 5.086 ton. Dari jumlah tersebut, tenaga kerja yang mampu terserap mencapai 7.146 orang.

Prospek usaha budidaya rumput laut di NTT dalam kurun waktu lima tahun terakhir menunjukkan peningkatan. Hal ini terbukti dari meningkatnya permintaan bahan baku rumput laut kering, baik dari dalam maupun luar negeri.

Selain itu, permintaan dan nilai jual rumput laut juga terus meningkat, dari sekitar Rp 600 per kg pada 1998 menjadi RP 4.500-Rp.5.000 per kg pada 2006. Demikian pula usaha budidaya rumput laut di Pulau Rote, yang jumlah produksinya masih belum mampu memenuhi permintaan pasar.

Kebanyakan jenis dan metode rumput laut yang dibudidayakan di perairan Rote, yaitu Eucheuma cottonii dari divisio algae merah dan marga eucheuma. Jenis ini umumnya tumbuh di daerah pasang surut atau daerah yang selalu terendam air, melekat pada substrat di dasar perairan.

Teknik budidaya yang paling umum digunakan, yaitu teknik rakit apung dan long line. Metode long line, selain murah dalam investasinya juga paling sederhana dalam pengaplikasiannya, dan juga metode ini relatif aman dari predator, seperti bulu babi. Kendati demikian, metode long line juga rentan terhadap gelombang dan angin cukup keras yang dapat mengakibatkan penurunan produktivitas petani.

Saat ini, kendala yang banyak dialami petani rumput laut, yaitu hama parasit. Hama yang kerap menyerang tanaman mereka adalah ice-ice. "Hama ini sangat mengganggu karena, selain belum dapat menemukan cara untuk memberantasnya, rumput laut sangat sensitif dan mudah terserang hama ini," tutur Yohanes Anabukai, salah satu petani rumput laut dari Desa Kuli. Hama ice-ice, sambungnya, membuat batang-batang rumput laut patah. Akibatnya, rumput laut tidak dapat tumbuh dengan baik dan produktivitas petani menurun.

 
 
 
More Berita
 
1 . JASUDA Fasilitasi Webinar Seri ke-2 INTROSEA Bahas Transformasi Industri Rumput Laut
  Kamis, 11 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 52 x
2 . Rumput Laut, 'Superfood' untuk Ketahanan Pangan Bangsa Maritim
  Senin, 08 Jun 2026-https://harian.disway.id/ - Terbaca 67 x
3 . Kegiatan Penanaman Siklus Pertama dalam Penelitian Kolaboratif KONEKSI di Takalar
  Sabtu, 06 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 71 x
4 . Peran Budidaya Rumput Laut terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
  Selasa, 02 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 95 x
5 . Dialog dengan Petani Budidaya Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Tekankan Modernisasi dan Hilirisasi
  Selasa, 26 May 2026-https://www.wapresri.go.id/ - Terbaca 111 x
6 . Kolaborasi PT JASUDA dan Universitas Gunadarma : Hadirkan Inovasi Alat Pengering Higienis
  Sabtu, 23 May 2026-Irna Aswanti Ibrahim dan Dian Maya Sari - Terbaca 100 x
7 . BI: Sulawesi Layak Jadi Pusat Hilirisasi dan Industri Rumput Laut Nasional
  Jumat, 22 May 2026-https://mediasultra.com/ - Terbaca 95 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 72 x
2 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 79 x
3 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 107 x
4 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 169 x
5 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 196 x
6 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 220 x
7 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 238 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,649,087 Kali
Member JaSuDa 10,763 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin