Untitled Document
Jumat , 19 Juni 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Petani Rumput Laut Rentan Terkena Nyeri Sendi
Senin, 05 Jan 2009 - Sumber: Anton Muhajir - balebengong.net - Terbaca 5628 x - Baca: 16 Jun 2026
 
Nyeri sendi (Arthralgia) adalah gejala penyakit yang paling banyak dialami warga Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Dari 50 warga yang ikut pelayanan kesehatan gratis Rabu (31/12) lalu, hampir semuanya mengalami sakit pada tulang sendi tersebut.

Pelayanan kesehatan gratis diadakan Bali Blogger Community (BBC) pada warga Nusa Lembongan dalam rangkaian bakti sosial akhir tahun. Selain pelayanan kesehatan, kegiatan lainnya adalah pemasangan papan petunjuk jalan dan bersih-bersih pantai. Untuk pelayanan kesehatan dipusatkan di kantor koperasi Kerti Dharma, Banjar Kelod.

Menurut data I Made Cock Wirawan, satu-satunya dokter yang melakukan pemeriksaan, sekitar 90 persen peserta cek kesehatan tersebut mengalami nyeri sendi. “Arthralgia adalah salah satu gejala adanya penyakit rematik pada mereka. Tapi perlu ada pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikannya,” kata Wirawan.

Wirawan menambahkan peserta pelayanan kesehatan banyak yang mengalami arthalgia karena dua alasan yaitu umur dan pekerjaan. “Nyeri sendi biasa menyerang pada mereka yang sudah berumur di atas lima puluh tahun,” kata dokter alumni Universitas Udayana Bali ini.

Penyebab lainnya adalah pekerjaan. Sebagian besar warga Lembongan bekerja sebagai petani rumput laut. Demikian pula peserta pelayanan kesehatan tersebut. “Terlalu banyak berendam di air dingin akan menyebabkan sirkulasi darah di sendi tidak bagus,” kata Wirawan, pemilik blog www.blogdokter.net tersebut.

Semua peserta pelayanan kesehatan kemarin memang petani rumput laut. Nyoman Ngawi salah satunya. Perempuan berusia 60 tahun ini bekerja sebagai petani rumput laut sejak kecil. “Setiap hari duduk lama-lama untuk ngurus rumput laut,” katanya.

Sebagai petani perempuan, Ngawi melakukan pekerjaan menyiapkan bibit rumput laut dan menjemur rumput yang sudah dipanen. Pekerjaan itu lebih banyak dilakukan di rumah. Dalam sehari, dia mengaku, bisa bekerja sampai 12 jam. “Makanya sering sakit kepala dan mata kabur,” ujarnya.

Sementara petani laki-laki bekerja di dalam air sekitar lima jam per hari. Misalnya ngecek rumput laut, memasang tali, menghilangkan penyakit atau gulma di ladang rumput laut, memasang bibit, dan memanen. Selama itu mereka berendam di dalam air.

Menurut Wirawan, ada gejala penyakit berbeda antara petani perempuan dan petani laki-laki. Umumnya petani perempuan mengalami sakit dari pinggang ke atas. Antara lain sakit kepala dan mata kabur. Sedangkan petani laki-laki, lebih banyak sakitnya pada pinggang ke bawah. “Mungkin karena petani laki-laki yang lebih banyak berendam di dalam air,” tambahnya.

Wirawan menambahkan, selain nyeri sendi, petani rumput laut juga banyak yang mengalami mata kabur. “Saya belum bisa memastikan apa penyebabnya karena perlu pemeriksaan lebih lanjut, tapi saya menduga sebagian besar mata kabur itu karena katarak,” kata Wirawan yang juga melayani konsultasi online lewat blognya.

Ketua Kelompok Petani Kerti Dharma I Wayan Ujiana mengatakan sebagian besar petani rumput laut di Lembongan telah berusia lanjut, 50 tahun ke atas. “Sangat sedikit anak muda yang mau meneruskan budi daya rumput laut. Karena itu, para petani sering memaksakan diri ke laut walau sedang sakit,” ujarnya.

Ujiana mengaku tak banyak petani peduli dengan kesehatannya dengan memeriksakan diri ke Puskesmas. Mereka akan berhenti bekerja jika sudah tak bisa bangun. Tak heran pelayanan kesehatan BBC di pusat pemukiman petani Lembongan ini dipadati warga.

“Semua petani langsung minta banyak obat untuk banyak penyakit yang diidapnya. Tiap orang rata-rata mengalami minimal dua keluhan penyakit yang dibiarkan terus menerus seperti nyeri sendi dan mata rabun,” urai Luh Putu Ikha Widari, salah satu panitia BBC.

Bali adalah salah satu sentra produsen rumput laut mentah terbesar di Indonesia selain Sulawesi dan NTT. Produksi rumput laut Bali adalah 164.687 ton pada 2006. Jumlah terbesar dari Kabupaten klungkung yang mewilayahi Nusa Lembongan, Nusa Penida, dan Ceningan yaitu 110 ton produksi rumput laut kering per tahun. Dua jenis yang banyak dibudidayakan adalah cotonii dan spinosum.

 
 
 
More Berita
 
1 . JASUDA Fasilitasi Webinar Seri ke-2 INTROSEA Bahas Transformasi Industri Rumput Laut
  Kamis, 11 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 66 x
2 . Rumput Laut, 'Superfood' untuk Ketahanan Pangan Bangsa Maritim
  Senin, 08 Jun 2026-https://harian.disway.id/ - Terbaca 74 x
3 . Kegiatan Penanaman Siklus Pertama dalam Penelitian Kolaboratif KONEKSI di Takalar
  Sabtu, 06 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 76 x
4 . Peran Budidaya Rumput Laut terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
  Selasa, 02 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 100 x
5 . Dialog dengan Petani Budidaya Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Tekankan Modernisasi dan Hilirisasi
  Selasa, 26 May 2026-https://www.wapresri.go.id/ - Terbaca 119 x
6 . Kolaborasi PT JASUDA dan Universitas Gunadarma : Hadirkan Inovasi Alat Pengering Higienis
  Sabtu, 23 May 2026-Irna Aswanti Ibrahim dan Dian Maya Sari - Terbaca 107 x
7 . BI: Sulawesi Layak Jadi Pusat Hilirisasi dan Industri Rumput Laut Nasional
  Jumat, 22 May 2026-https://mediasultra.com/ - Terbaca 101 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 83 x
2 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 87 x
3 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 115 x
4 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 177 x
5 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 202 x
6 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 227 x
7 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 248 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,649,479 Kali
Member JaSuDa 10,763 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin