Untitled Document
Kamis , 18 Juni 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
PRESIDEN BANK DUNIA, PAUL WOLFOWITZ MEMUPUK RUMPUT LAUT DI TAMBUNG CINA, BULUKUMBA
18-Apr-06 - Sumber: Dina Saragih - Terbaca 5438 x - Baca: 16 Jun 2026
 
“Betapa senangnya andai saja saya bisa terus mengelilingi kebun-kebun rumput laut ini, terima kasih karena baru hari ini dan di tempat ini saya dapat memahami soal rumput laut” demikianlah ungkapan Presiden Bank Dunia sesaat setelah keluar dari perahu milik petani di Tambung Cina. Pak Presiden melakukan TLC (kasih sayang), dengan menggoyang-goyangkan bentangan di kebun pak Haeruddin, yang saat ini sudah menanam 130 bentangan bibit Maumere dengan ukuran bibit yang besar. Sesungguhnya acara kelaut tidak diagendakan untuk pak Presiden, namun karena keinginannya untuk melihat secara langsung bagaimana petani mengusahakan kebunnya, pak Rusli dan pak Haeruddin memawa perahu sapai di kebunnya.



Pak Paul Wolfowitz beserta rombongan yang didampingi Bupati Bulukumba mengunjungi Lingkungan Tambung Cina pada 8 April 2006. Rombongan disambut dengan tarian selamat datang yang dipentaskan oleh para remaja kelurahan BontoBahari. Acara Tudang Sipulung di tempat ini diawali dengan pengamatan pak Paul di kelompok pengikat bibit, dimana sejumlah ibu-ibu dan bapak-bapak tani sedang mengikat bibit Maumere. Pak Haeruddin dan pak Rusli menceritakan cara mengikat mereka sebelum dan sesudah berkenalan dengan IFC-PENSA. Beberapa bentangan lama (tali no 3 dengan jumlah ikatan 3 buah dalam tiap jengkal) dan beberapa bentangan baru (tali no 5 dengan jarak ikatan 20 cm) diperlihatkan kepada beliau. Selain itu para pengikat ini juga menjelaskan keunggulan bibit yang mereka terima dari IFC-PENSA yang telah diujicoba sejak November 2005.



Selanjutnya pak Paul bertanya tentang cara pengeringan yang saat ini diterapkan di Tambung Cina, melihat semua hiasan tempat pertemuan adalah rumput laut yang dijemur dengan sistem gantung. Kami menjelaskan keuntungan menggunakan system gantung, yaitu selain kualitasnya bagus (bersih) petani juga akan mengkasilkan pendapatan yang lebih tinggi sebab, dengan menggantungnya rumput laut kering lebih berat dibandingkan dengan yang dipurus. Dimana harga rumput laut untuk mutu yang tinggi seperti ini sama sekali tidak mengalami penurunan.



Pak Zubair ketua koperasi Juku Ejaya, melaporkan secara kronologis ihwal perkenalan dengan IFC-PENSA dan kegiatan-kegiatan yang sedang dilaksanakan, mulai dari mengikuti musyawarah petani di Denpasar, uji coba penanaman bibit Maumere, tudang sipulung dengan exporter dan pemerintah daerah, penyediaan terminal jasuda, pembentukan koperasi sampai pemasaran kotonii putih. Pak Paul sangat gembira karena bantuan informasi yang diberikan IFC-PENSA dirasakan sangat bermanfaat oleh para petani di tempat ini. Menurutnya kedepan dengan bantuan dari Pemerintah Daerah dan IFC-PENSA diharapkan dapat lebih cepat meningkatkan taraf hidup petani rumput laut dan masyarakat pesisir.



Pak Saparuddin mengajukan sebuah pertanyaan tentang perlunya bantuan Bank Dunia memfasilitasi para petani untuk mendapatkan kemudahan dalam pengajuan kredit ke perbankan. Menurut pak Sapar, dari segi teknis budidaya sampai pasca panen mereka sudah mendapatakan pengalaman yang cukup, namun demikian karena di Tambung Cina petani tidak bisa menanam rumput laut sepanjang tahun (berhenti pada musim barat), kebanyakan petani membutuhkan modal yang banyak untuk membeli bibit pada masa awal tanam. Tanpa dukungan perbankan para petani hanya mampu memanen 2-3 dalam setahun karena jumlah bibit yang sangat terbatas, umumnya panen pertama dan kedua hanya digunakan untuk perbanyakan bibit. Pak Paul meminta pak Chris Richard (General Manager IFC-PENSA) untuk menjawab pertanyaan pak Sapar. Menurut pak Chris, saat ini IFC-PENSA bersama perbankan sedang mengujicoba system peminjaman kepada UMKM melalui program SME Lending. Dimana diharapkan pihak perbankan tidak hanya menerapkan jaminan berupa sertifikat, tetapi kelayakan usaha dijadikan jaminan pinjaman.



Sebelum mengakhiri kunjungannya di Tambung Cina, Pak Paul juga sempat berbincang-bincang dengan para Crop Logger Bulukumba di terminal Jasuda. Beliau berharap terminal jasuda dapat digunakan secara maksimal oleh para petani.
 
 
 
More Berita
 
1 . JASUDA Fasilitasi Webinar Seri ke-2 INTROSEA Bahas Transformasi Industri Rumput Laut
  Kamis, 11 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 63 x
2 . Rumput Laut, 'Superfood' untuk Ketahanan Pangan Bangsa Maritim
  Senin, 08 Jun 2026-https://harian.disway.id/ - Terbaca 73 x
3 . Kegiatan Penanaman Siklus Pertama dalam Penelitian Kolaboratif KONEKSI di Takalar
  Sabtu, 06 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 75 x
4 . Peran Budidaya Rumput Laut terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
  Selasa, 02 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 99 x
5 . Dialog dengan Petani Budidaya Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Tekankan Modernisasi dan Hilirisasi
  Selasa, 26 May 2026-https://www.wapresri.go.id/ - Terbaca 119 x
6 . Kolaborasi PT JASUDA dan Universitas Gunadarma : Hadirkan Inovasi Alat Pengering Higienis
  Sabtu, 23 May 2026-Irna Aswanti Ibrahim dan Dian Maya Sari - Terbaca 107 x
7 . BI: Sulawesi Layak Jadi Pusat Hilirisasi dan Industri Rumput Laut Nasional
  Jumat, 22 May 2026-https://mediasultra.com/ - Terbaca 99 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 81 x
2 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 85 x
3 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 114 x
4 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 174 x
5 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 202 x
6 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 226 x
7 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 246 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,649,342 Kali
Member JaSuDa 10,763 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin