
JAKARTA, Jaringnews.com - Untuk memperkenalkan produk olahan laut nasional, Indonesia mengikuti ajang paviliun internasional Health Ingredient (HI) Expo yang diselenggarakan di Jerman, 13-15 November 2012.
Ajang tersebut dinilai bisa menjadi tolak ukur daya saing Indonesia dalam industri yang menyasar pada makanan dan minuman kesehatan. Selain Indonesia, paviliun internasional ini juga diikuti oleh China, Perancis, Belgia, Amerika Serikat dan Kanada.
“Industrialisasi perikanan perlu lebih ditingkatkan lagi, mengingat potensi Indonesia yang begitu besar sebagai negara kepulauan. Di masa mendatang, kita harapkan akan lebih banyak produk-produk perikanan dan kelautan yang lebih berdaya saing,” kata Ketua Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) Safari Azis melalui siaran tertulisnya, Selasa (13/11).
Selama ini, kata Safari, Indonesia dikenal memiliki sumber bahan baku yang memadai, namun hilirisasinya yang belum berkembang dengan baik.
“Dari komoditas rumput laut saja bisa menghasilkan end product 500 jenis lebih,” ujar Safari.
Dengan end product yang berdaya saing, diharapkan Indonesia bisa meraih pasar-pasar potensial di luar pasar domestik. Menurut Safari, Indonesia harus bisa lebih melakukan inovasi-inovasi serta meningkatkan penelitian dan teknologi untuk mendukung hilirisasi.
“kita bisa belajar dari negara yang lebih maju, bagaimana mereka bisa melakukan inovasi, formulasi, dan reformulasi hingga pada teknologi processing-nya,” imbuhnya.
Safari mengatakan, pada ajang kali ini ARLI berpartisipasi memamerkan produk olahan agar-agar dari PT. Surya Indo Algas, semi refined carrageenan dari PT. Gumindo Perkasa Industri dan refined carrageenan dari PT. Algalindo Perdana.
“Kita harapkan range produk rumput laut bisa lebih luas lagi. Kesempatan seperti ini, harus bisa dimanfaatkan dengan mengembangkan bisnis untuk bertemu banyak pihak. Tidak hanya para ahli dan buyer tetapi juga para pelaku industrinya,” tambah Safari.
Lebih lanjut, Safari mengapresiasi atas kerjasama dan koordinasi yang baik antara pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan pelaku usaha rumput laut sehingga potensi komoditas rumput laut nasional bisa lebih dikenal lagi di mata internasional.