Untitled Document
Kamis , 18 Juni 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
PENGENDALIAN PENYAKIT ICE-ICE UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI RUMPUT LAUT INDONESIA
Sabtu, 28 Dec 2013 - Sumber: http://ejournal.undip.ac.id (Limin Santoso dan Yud - Terbaca 6175 x - Baca: 17 Jun 2026
 
Potensi pengembangan budidaya rumput laut di Indonesia sangat besar karena lahan yang sesuai tersedia sangat luas, keanekaragaman jenis rumput lautnya tinggi, teknologi budidayanya sederhana dan modal yang dibutuhkan relatif kecil. Namun saat ini usaha budidaya rumput laut menghadapi kendala serius akibat serangan penyakit ice-ice.

Penyakit rumput laut didefinisikan sebagai terganggunya struktur dan fungsi yang normal, seperti terjadinya perubahan laju pertumbuhan, penampakkan (warna dan bentuk), serta akhirnya berpengaruh terhadap tingkat produktivitas (Andrews 1976 dalam Aji, 1992). Ice-ice diketahui pertama kali menginfeksi Eucheuma di Philipina pada tahun 1974 (Aji 1992; Sulistiyo, 1988), merupakan penyakit yang banyak menyerang rumput laut pada saat musim hujan (Oktober-April) (Doty, 1975; Doty 1979; Mintardjo, 1990). Ice-ice merupakan penyakit dengan tingkat infeksi cukup tinggi di negara Asia penghasil Eucheuma (Philips, 1990).
Penyakit ini merupakan efek bertambah tuanya rumput laut (Doty, 1979; Trono, 1990) dan kekurangan nutrisi (Kaas and Perez, 1990), ditandai dengan timbulnya bintik/bercak-bercak merah pada sebagian thallus yang lama kelamaan menjadi kuning pucat dan akhirnya berangsur-angsur menjadi putih dan akhirnya menjadi hancur atau rontok (Aditya dan Ruslan, 2003; Aji dan Murdjani, 1986; Imardjono et al.,1989; Trensongrusmee dkk., 1986; Runtuboy, 2004). Ice-ice dapat menyebabkan thallus menjadi rapuh dan mudah putus. Gejala yang diperlihatkan adalah pertumbuhan yang lambat, terjadinya perubahan warna menjadi pucat dan pada beberapa cabang thallus menjadi putih dan membusuk. Stress yang diakibatkan perubahan kondisi lingkungan yang mendadak seperti: perubahan salinitas, suhu air dan intensitas cahaya, merupakan faktor utama yang memacu timbulnya penyakit ice-ice.
Ketika rumput laut mengalami stress karena rendahnya salinitas, suhu, pergerakan air dan instensitas cahaya, akan memudahkan infeksi patogen (Imardjono et al.,1989; Hurtado and Agbayani, 2000; Mintardjo, 1990; Kaas and Perez, 1990). Dalam keadaan stress, rumput laut (misalnya: Gracilaria, Eucheuma atau Kappaphycus) akan membebaskan substansi organik yang menyebabkan thallus berlendir dan diduga merangsang banyak bakteri tumbuh di sekitarnya (Trono, 1974; Aji dan Murdjani, 1986; Kaas and Perez, 1990; Uyenco et al.,1981 ). Laminaria juga terinfeksi penyakit yang mirip ice-ice disebabkan karena tinggi Hidrogen Sulfida (H2S) yang diproduksi oleh bakteri saprofit (Wu et al.,1976 dalam Yuan, 1990). Kejadian penyakit ice-ice bersifat musiman dan menular. Bakteri yang dapat diisolasi dari rumput laut dengan gejala ice-ice antara lain adalah Pseudomonas spp., Pseudoalteromonas gracilis, dan Vibrio spp. Agarase (arginase) dari bakteri merupakan salah satu faktor virulen yang berperan terhadap infeksi ice-ice (Yuan, 1990).
Faktor-faktor predisposisi atau pemicu lainnya juga dapat menyebabkan ice-ice. Predisposisi itu antara lain serangan hama seperti ikan baronang (Siganus spp.), penyu hijau (Chelonia midas), bulu babi (Diadema sp.) dan bintang laut (Protoneostes) yang menyebabkan terjadinya luka pada thallus. Luka akan memicu terjadinya infeksi sekunder oleh bakteri. Pertumbuhan bakteri pada thallus akan menyebabkan bagian thallus tersebut menjadi putih dan rapuh. Selanjutnya, pada bagian tersebut mudah patah dan jaringan menjadi lunak. Infeksi ice-ice menyerang pada pangkal thallus, batang dan ujung thallus muda, menyebabkan jaringan menjadi berwarna putih. Pada umumnya penyebarannya secara vertikal (dari bibit) atau horizontal melalui perantara air. Infeksi akan bertambah berat akibat serangan epifit yang menghalangi penetrasi sinar matahari karena thallus rumput laut tidak dapat melakukan fotosintesa.

Mengingat penyakit tersebut sangat merugikan, sehingga perlu dilakukan upaya-upaya agar penyakit ice-ice dapat segera diatasi. Salah satunya adalah dengan penerapan Standar Operating Procedure (SOP) secara benar dan konsisten dalam kegiatan budidaya rumput laut.

Budidaya Rumput Laut dengan Standar Operating Procedure (SOP)

Serangan penyakit ice-ice harus dapat dicegah, agar kerugian dapat terkurangi. Untuk itu perlu diterapkan langkah-langkah kongkret dalam pencegahan penyakit tersebut. Serangan penyakit dapat dicegah dengan penerapan standar baku dalam kegiatan budidaya rumput laut atau dikenal dengan Standar Operating Procedure (SOP) yang terdiri dari tiga tahap kegiatan, yaitu:

SOP 1: Penentuan Lokasi Budidaya Rumput Laut

Parameter penting yang harus diperhatikan dalam penentuan lokasi dalam budidaya rumput laut antara lain:
- Suhu 20-28 oC, kecepatan arus 20-40 cm/detik.
- Dasar perairan berupa karang dan substrat berpasir .
- Kedalaman air minimal 2 meter saat air surut terendah dan maksimum 15 meter.
- Salinitas berkisar 28 - 35 ppt dengan nilai optimum adalah 33 ppt.
- Kecerahan tinggi, sehingga sinar matahari dapat mencapai rumput laut.
- Lokasi bebas dari cemaran terutama minyak dan sampah organik.

SOP 2 : Pemilihan Bibit Rumput Laut yang Berkualitas

Kualitas bibit rumput laut sangat menentukan produktivitas, kualitas produk dan ketahanan terhadap penyakit ice-ice. Penggunaan bibit unggul merupakan cara yang sangat penting untuk pengendalian penyakit ice-ice. Philiphina telah memiliki bibit unggul, yaitu Kappaphycus striatum galur saccol yang tahan terhadap ice-ice. Desinfeksi bibit juga perlu dilakukan untuk meniadakan bakteri oportunistik yang dapat dilakukan dengan cara bibit rumput laut direndam dalam larutan PK (Potasium Permanganat) dosis 20 ppm. Beberapa butir SOP untuk penyediaan bibit rumput laut yang berkualitas :
- Bibit sebaiknya dipilih dari tanaman yang tumbuh baik, masih segar, tidak ada bercak-bercak, berwarna homogen serta tidak mudah patah.
- Bibit diperoleh dari tanaman rumput laut yang tumbuh secara alami maupun dari tanaman hasil budidaya.
- Bibit sebaiknya dikumpulkan dari perairan pantai sekitar lokasi usaha budidaya dan jumlahnya sesuai dengan luas area budidaya.
- Pada saat pengangkutan diupayakan agar bibit tetap terendam di dalam air laut. Apabila pengangkutan dilakukan melalui udara dan darat, sebaiknya bibit dimasukan ke dalam
kotak karton yang dilapisi plastik. Kemudian bibit disusun secara berlapis dan berselang-seling dan dibatasi dengan lapisan kapas atau kain yang dibasahi air laut.
- Bibit dijaga agar tidak terkena minyak, air hujan, serta kekeringan.
- Dalam menjaga kontinuitas produksi rumput laut sebaiknya harus dilakukan pergantian bibit.

SOP 3 : Penerapan Teknologi Budidaya Rumput Laut

Teknik budidaya rumput laut yang digunakan disesuaikan dengan kondisi lingkungan perairan. Pada perairan yang relatif tenang, metode budidaya rakit, long line, dan pancang dapat diterapkan. Pada perairan yang bergelombang besar metode budidaya yang tepat adalah metode kantong (metode Cidaun). Pembersihan terhadap kotoran yang melekat pada thallus dan biofouling harus dilakukan secara rutin. Pembersihan dilakukan sesering mungkin (sebaiknya setiap hari) dengan cara digoyang di dalam air sampai kotoran lepas. Penanaman rumput laut untuk metode rakit, long line dan pancang sebaiknya dilakukan bukan pada musim gelombang. Untuk lokasi di pantai barat sebuah pulau penanaman sebaiknya dilakukan pada musim angin timur. Sebaliknya untuk lokasi di pantai timur sebuah pulau penanaman dilakukan pada musim angin barat. Penanaman rumput laut dengan metode kantong dapat dilakukan sepanjang tahun dan tidak dipengaruhi oleh musim. Pada saat bukan musim tanam, sebaiknya dilakukan penanaman rumput laut untuk penyediaan bibit rumput laut yang berkualitas.

Dengan penerapan SOP ini diharapkan tingkat kerugian ekonomi akibat penyakit ice-ice dapat diminimalkan.
 
 
 
More Berita
 
1 . JASUDA Fasilitasi Webinar Seri ke-2 INTROSEA Bahas Transformasi Industri Rumput Laut
  Kamis, 11 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 63 x
2 . Rumput Laut, 'Superfood' untuk Ketahanan Pangan Bangsa Maritim
  Senin, 08 Jun 2026-https://harian.disway.id/ - Terbaca 73 x
3 . Kegiatan Penanaman Siklus Pertama dalam Penelitian Kolaboratif KONEKSI di Takalar
  Sabtu, 06 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 75 x
4 . Peran Budidaya Rumput Laut terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
  Selasa, 02 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 99 x
5 . Dialog dengan Petani Budidaya Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Tekankan Modernisasi dan Hilirisasi
  Selasa, 26 May 2026-https://www.wapresri.go.id/ - Terbaca 119 x
6 . Kolaborasi PT JASUDA dan Universitas Gunadarma : Hadirkan Inovasi Alat Pengering Higienis
  Sabtu, 23 May 2026-Irna Aswanti Ibrahim dan Dian Maya Sari - Terbaca 107 x
7 . BI: Sulawesi Layak Jadi Pusat Hilirisasi dan Industri Rumput Laut Nasional
  Jumat, 22 May 2026-https://mediasultra.com/ - Terbaca 99 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 81 x
2 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 85 x
3 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 114 x
4 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 174 x
5 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 202 x
6 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 226 x
7 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 246 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,649,367 Kali
Member JaSuDa 10,763 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin