
Sejarah mencatat bahwa penggunaan ekstrak rumput laut pada usaha pertanian sudah sangat lama dan meluas di wilayah-wilayah dimana terdapat rumput laut yang melimpah. Ekstrak rumput laut dimanfaatkan sebagai pakan ternak, kondisioner tanah dan pupuk. Ekstrak rumput laut dalam bentuk cair digunakan sebagai pemacu pertumbuhan tanaman dan pelindung tanaman dari berbagai hama dan penyakit.
Selama ini hampir semua penggunaan nutrisi dari rumput laut dikembangkan di Eropa dan Amerika Utara dengan focus pada rumput laut yang tumbuh di perairan dingin seperti Kelp dan Ascophyllum nodusum. Walaupun manfaat ekstrak rumput laut tersebut sangat terbukti hebat, tetapi penggunaannya belum menjadi mainstream karena harga yang cukup mahal,US $ 12-15/liter.
Beragam manfaat ekstrak rumput laut yang sudah dikenal dalam bidang pertanian, diantaranya: meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi, meningkatkan resistensi terhadap hama dan penyakit. Ekstrak rumput laut juga banyak diaplikasikan pada usaha peternakan, misalnya saja pemberian rumput laut (Kelp) pada pakan ternak, sangat terbukti meningkatkan perbaikan fisik ternak. Itulah sebabnya para gembala biasa memberi Kelp kering pada pakan ternak mereka. Usaha perternakan unggas di India yang mengaplikasikan ekstrak rumput laut (cottonii) juga sudah membuktikan terjadinya peningkatan berat uanggas sebesar 10% selama 45 hari pemeliharaan dan menurunkan mortalitas sebanyak 5%.
Jelaslah bahwa sejumlah besar nutrisi dari daratan terbawa ke laut setiap tahunnya. Nutrisi tersebut berasal dari limbah rumah tangga dan pupuk dari lahan pertanian. Nutrisi inilah yang pada waktu hujan terbawa ke laut dan memungkinkan biota laut dapat terus berkembang dengan baik.
Dalam industri karaginan, umumnya nutrisi dari rumput laut belum dimanfaatkan bahkan hanya dibuang sebagai limbah. Kedepan, jika industri karaginan Indonesia ingin bertahan dalam persaingan global, penelitian dan pengembangan pada nutrisi rumput laut (Kappahycus, Eucheuma dan Gracilaria) harus dikembangkan. Untuk mendapatkan nutrisi rumput laut yang lebih optimal maka proses pengolahan rumput laut harus dilakukan menggunakan rumput laut segar. Dengan demikian industri karaginan kita mampu menghasilkan “by-product” yang lebih bernilai.
Secara umum nutrisi dari rumput laut bermanfaat untuk
• mempercepat pertumbuhan tanaman
• merangsang pertumbuhan rambut-rambut akar yang sehat sehingga penyerapan pupuk lebih efisien
• meningkatkan kemampuan tanaman untuk berbunga lebih banyak
• meningkatkan hasil panen
• meningkatkan daya tahan tanaman terhadap perubahan kondisi lingkungan seperti: panas dan kekeringan
• meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit akibat serangga maupun jamur.
Jasuda sudah melakukan penelitian untuk menguji dosis ekstrak rumput laut di rumah kaca. Penggunaan 3-5 % ekstrak rumput laut dengan frekuensi 3 kali penggunaan pada kangkung dan kedeleai memberikan hasil yang lebih baik dari tanaman control.