Untitled Document
Rabu , 24 Juni 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Mencermati Rencana Pemerintah Untuk Membangun Unit Pengolahan Rumput Laut (UPRL) di 9 Kabupaten/Kota
Senin, 21 Dec 2015 - Sumber: Dina Saragih - Terbaca 6141 x - Baca: 24 Jun 2026
 
Perkembangan produksi rumput laut khususnya Eucheuma cottonii di Indonesia sungguh menggembirakan, jika pada 2005 jumlah produksinya sekitar 22,000 ton kering, maka saat ini KKP mencatat lebih dari 1 juta ton. Indonesia menjadi produsen utama rumput laut tropis di dunia sejak 2008 dan mampu menggeser posisi Filiphina. Peningkatan produksi ini digenjot dengan cara ekstensifikasi, jika pada 2005 baru beberapa provinsi yang menghasilkan rumput laut (Sulsel, Sulut, Sultra, Bali, NTT dan NTB), maka saat ini hampir semua provinsi yang memiliki wilayah pesisir berlomba-lomba untuk mengembangkan rumput laut menjadi produk unggulan.

Tidak diragukan lagi, budidaya rumput laut menjadi salah satu alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil. Tidak sedikit nelayan beralih profesi menjadi petani rumput laut dan membuktikan bahwa usaha budidaya rumput laut membuat mereka lebih sejahtera.

Sekalipun Indonesia menjadi produsen utama Cottonii, namun jika dibandingkan dengan Filiphina (produsen kedua terbesar dunia) nilai ekspor rumput laut dan produk olahan nya lebih kecil,karena Filiphina lebih banyak mengekspor bahan yang sudah diolah menjadi karaginan, sementara ekspor karaginan dari Indonesia baru sekitar 20%, artinya sekitar 80% rumput laut yang dihasilkan di Indonesia diekspor dalam bentuk bahan baku.

Menurut Ma’ruf (Komisi Rumput Laut Indonesia) bahwa kapasitas unit pengolahan rumput laut anggota ASTRULI (Asosiasi Industri Rumput Laut Indonesia) hanya memproduksi 70% dari kapasitas terpasang. Beberapa pelaku industri bahkan mengalami kesulitan dalam memasarkan produknya, karena kalah bersaing dengan industri di China yang mampu memproduksi SRC atau RC dengan harga yang lebih kompetitif.

Pelambatan ekonomi global ditengarai menjadi penyebab utama menurunnya permintaan terhadap karaginan. Pada kondisi normal pun pertumbuhan permintaan terhadap karaginan hanya sekitar 2%/tahun, sementara itu pertumbuhan produksi rumput laut di Indonesia saja sebesar 27%/tahun, (Ma’ruf, 2015).

Memasuki quartal II 2015, harga Cottonii mengalami penurunan hingga saat ini, harga ekspor menurun dari sekitar US $ 1100/ton pada Maret 2015 menjadi sekitar US $ 750/ton, demikian juga harga di petani anjlok dari rata-rata Rp. 12,000/kg menjadi rata-rata Rp 6.000/kg.

Dalam situasi industri rumput laut yang lesu ini, pemerintah melalui Direktorat Bina Mutu dan Diversifikasi Produk Kelautan Ditjen PDSPKP menetapkan akan segera membangun UPRL di 9 Kabupaten/kota dalam rangka hilirisasi industri rumput laut nasional, yang artinya membangun industri pengolahan yang tangguh tanpa harus merugikan petani. Sehingga larangan ekspor bahan baku yang dihimbau oleh Pemerintah pada 2018 tidak akan berdampak negatif terhadap perekonomian masyarakat pantai.

Dalam banyak event internasional yang digagas oleh Pemerintah/KKP, sudah banyak didiskusikan untuk mengembangkan Penelitian dan Pengembangan untuk produk-produk non hidrokloid dari rumput laut, seperti: pupuk cair, pakan ternak bahkan biofuel. Beberapa riset dalam skala kecil sudah membuktikan betapa rumput laut dapat digunakan untuk bahan-bahan diatas, bahkan di India, yang produksi rumput lautnya tidak signifikan, sudah mampu meyakinkan petani di darat untuk mengaplikasikan secara meluas pupuk cair dari rumput laut, yang dipasarkan dengan merek “Aquasap” melalui jaringan Tata Chemical.

Kebijakan untuk membangun 9 UPRL untuk memproduksi karaginan terasa kurang relevan, selain karena pertumbuhan permintaan terhadap karaginan hanya berkisar 2%/tahun, saat ini industri yang sudah bertahun-tahun memproduksi karaginan di dalam negeri pun masih mengalami kesulitan untuk bersaing dengan produk sejenis dari luar negeri, ditambah pula sudah banyak UPRL yang pernah dibangun Pemerintah, hanya beroperasi pada saat diresmikan oleh Menteri. Rencana ini juga harus mengasumsikan bahwa industri Ingredient solution bersedia membeli produk yang dihasilkan kesembilan UPRL tersebut.

27% pertumbuhan produksi rumput laut/tahun, jika hanya mengandalkan pasar karaginan pasti akan mengakibatkan petani kita kanibal satu dengan yang lain. Upaya untuk mengembangkan wilayah produksi rumput laut sebaiknya dihentikan sebelum pasar lain selain karaginan mampu diterobos (Out of the carragiinan box). Upaya mengembangkan budidaya rumput laut di wilayah barutan padi dahului dengan upaya mendapatkan pasar yang baru adalah sama dengan memiskinkan petani rumput laut yang saat ini sudah di laut (eksisting).

Saran kami agar Pemerintah rela menggelontorkan dana Pengembangan dan Penelitian untuk mengembangkan pupuk cair dari rumput laut, atau pakan ternak dari rumput laut atau pun kuliner berbahan dasar rumput laut. Selain itu mengingat import karaginan Indonesia juga mengalami peningkatan setiap tahunnya, artinya end user di Indonesia mengimpor lebih banyak karaginan dari luar, adalah baik jika Pemerintah dapat memfasilitasi business matching antara produsen dan user karaginan di dalam negeri, selain itu dalam persaingan global pengguna cenderung menuntut mutu yang lebih baik dengan harga yang sama atau bahkan lebih rendah. Oleh karena itu, upaya-upaya untuk membantu petani mengefisienkan HPP sangatlah dibutuhkan.
 
 
 
More Berita
 
1 . CV POSKO Jasuda Kembangkan Budidaya Rumput Laut Cottonii untuk Mendorong Kesejahteraan Masyarakat
  Rabu, 24 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 8 x
2 . CV POSKO Jasuda Kembangkan Budidaya Rumput Laut Cottonii untuk Mendorong Kesejahteraan Masyarakat Pe
  Rabu, 24 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 2 x
3 . JASUDA Fasilitasi Webinar Seri ke-2 INTROSEA Bahas Transformasi Industri Rumput Laut
  Kamis, 11 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 75 x
4 . Rumput Laut, 'Superfood' untuk Ketahanan Pangan Bangsa Maritim
  Senin, 08 Jun 2026-https://harian.disway.id/ - Terbaca 85 x
5 . Kegiatan Penanaman Siklus Pertama dalam Penelitian Kolaboratif KONEKSI di Takalar
  Sabtu, 06 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 80 x
6 . Peran Budidaya Rumput Laut terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
  Selasa, 02 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 113 x
7 . Dialog dengan Petani Budidaya Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Tekankan Modernisasi dan Hilirisasi
  Selasa, 26 May 2026-https://www.wapresri.go.id/ - Terbaca 126 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 102 x
2 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 95 x
3 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 118 x
4 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 183 x
5 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 208 x
6 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 235 x
7 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 254 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,650,484 Kali
Member JaSuDa 10,765 Org
Buku Promosi 810 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin