Untitled Document
Selasa , 23 Juni 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Hasil Budidaya Rumput Laut Terus Melonjak Hingga Tembus Pasar Ekspor
Senin, 01 May 2017 - Sumber: http://maritimnews.com/ - Terbaca 5479 x - Baca: 16 Jun 2026
 
Jakarta – Sebagai salah satu bagian dari segitiga karang dunia (coral triangle), Indonesia disuguhi potensi sumberdaya rumput laut yang melimpah. Setidaknya ada lebih dari 550 jenis rumput laut potensial ada di Perairan Indonesia. Namun hingga kini hanya sekitar 5 jenis rumput laut nilai ekonomis tinggi yang baru dibudidayakan secara massal yatu Eucheuma cottoni, Gracilaria sp, Spinosum sp, Halymenia sp, dan Caulerpa sp.

Ini tentunya menjadi peluang tersendiri bagi Indonesia untuk lebih mengeksplorasi beragam jenis rumput laut sehingga secara langsung memberikan nilai manfaat ekonomi. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan bahwa upaya optimalisasi pemanfaatan varian jenis rumput laut akan terus didorong, sehingga akan mampu memberikan manfaat nilai ekonomi bagi masyarakat maupun perekonomian nasional.

“Pengembangan “lawi-lawi” yang berhasil menembus pasar ekspor menjadi harapan baru bagi Indonesia untuk terus mengeksplorasi sumberdaya rumput laut nasional, sehingga harapan Indonesia menjadi kiblat rumput laut dunia dapat terwujud,” ujar Slamet saat dimintai keterangan (Senin 24/4).

Menurutnya, sejak lama KKP menjadikan komoditas rumput laut sebagai unggulan utama komoditas perikanan budidaya. Di samping memiliki nilai strategis dalam menopang perekonomian nasional, budidaya rumput laut juga menjadi usaha yang telah menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat.

Dalam menghadapi tantangan persaingan perdagangan rumput laut global, maka jaminan kualitas yang sesuai standar permintaan pasar mutlak harus dipenuhi. Pihaknya, juga terus mendorong pemenuhan kebutuhan bibit yang berkualitas dan adaptif melalui penyediaan bibit hasil kultur jaringan yang hingga saat ini telah tersebar di sentra-sentra produksi di seluruh Indonesia.

“Jika dibandingkan negara produsen rumput laut di dunia, justru Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang tinggi, karena kita memiliki keragaman sumberdaya rumput laut yang melimpah, tentunya ini menjadi PR bersama untuk bagaimana potensi ini bisa dioptimalkan secara mandiri, sehingga memberikan nilai tambah ekonomi,” pungkas Slamet.

Tembus Pasar Ekspor

KKP melalui Ditjen Perikanan Budidaya terus mendorong upaya pemanfaatan varian rumput laut bernilai ekonomis tinggi, hasilnya melalui perekayasaan teknologi, saat ini telah berhasil mengembangkan varian baru rumput laut jenis Caulerpa sp atau lebih dikenal dengan nama lokal “lawi-lawi (Sulawesi Selatan), “latoh” (Lombok) atau sebagian masyarakat menyebutnya dengan “anggur laut”.

Rumput laut yang masuk kelompok alga hijau ini pada awalnya masih dianggap sebagai gulma dan hanya menjadi panganan biasa masyarakat. Namun, melalui program diversifikasi komoditas yang dikembangkan BPBAP Takalar yang merupakan UPT Ditjen Perikanan Budidaya,

Saat ini telah menjadi salah satu komoditas primadona yang dipilih oleh para petambak dan menjadi alternatif utama untuk menopang pendapatan masyarakat. Seiring dengan bertambahnya jumlah pembudidaya yang mengadopsi teknologi budidaya, maka secara simultan akan mendongkrak peningkatan nilai produksi lawi-lawi di tambak sehingga kebutuhan pasar baik lokal maupun ekspor dapat terpenuhi.

Hal ini diakui oleh Ratte Daeng Bella (46 th) salah satu pembudidaya yang mengaku bahwa pada awalnya masyarakat hanya tahu membudidayakan jenis rumput laut Gracillaria di tambak, namun sejak diperkenalkan rumput laut jenis “lawi-lawi” oleh BPBAP Takalar, hingga saat ini masyarakat mulai banyak beralih ke usaha budidaya “lawi-lawi”.

Ditambahkan Ratee usaha ini telah memberikan dampak bagi peningkatan pendapatan masyarakat. Dengan harga jual basah berkisar Rp 150.000 – Rp.250.000 per karung, dirinya memperoleh penghasilan hingga 15 juta per bulan untuk lahan tambak yang dimiliknya seluas 3.200 m2.

“Rumput laut “lawi-lawi” telah berhasil menopang ekonomi masyarakat, harapannya ke depan akan semakin berkembang seiring dengan permintaan pasar yang lebih luas,” ungkap Ratte.

Saat dikonfirmasi, Kepala BPBAP Takalar, Nono Hartono membenarkan bahwa saat ini permintaan “lawi-lawi” meningkat secara signifikan. Ditambahkan Nono, pihaknya telah memfasilitasi kerjasama pasar dengan PT.Transmart Carrefour, hasilnya produk segar rumput laut ini dapat dijual di pasar modern sekelas Carrefour. Bahkan menurutnya, baru-baru ini Unit Purifikasi BBPBAP Takalar bekerjasama dengan Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) telah berhasil mengekspor “lawi-lawi” segar dengan tujuan ekspor ke Jepang.

“Khusus untuk Jepang saja, kebutuhan ekspor ‘lawi-lawi’ minimal 500 kg per bulan dalam bentuk segar dan permintaan cenderung naik, kita harapkan berikutnya pasar ekspor Jepang ini bisa naik minimal 10 kali lipat“, ungkap Nono

Lebih lanjut, Nono menambahkan bahwa ekspor lawi-lawi segar ini merupakan tahap awal, dimana permintaan dipastikan akan semakin banyak dengan tujuan ekspor tidak sebatas ke negara Jepang, namun negara lain seperti China, Korea dan Philipina juga menyatakan tertarik dengan produk rumput laut yang satu ini. Karakter masyarakat negara tersebut yang cenderung menyukai produk-produk sehat seperti rumput laut, secara langsung akan memicu permintaan pasar yang signifikan.

“Lawi-lawi“ saat ini telah menjadi primadona baru di dunia bisnis perumput-lautan nasional bahkan dunia, ini menjadi nilai tambah tersendiri sekaligus tantangan untuk terus melakukan riset terkait nilai ekonomi sumberdaya rumput laut nasional yang potensi lahan dan varian jenisnya yang beragam.

Data rumput laut nasional dalam kurun waktu lima tahun (tahun 2011 – tahun 2015) menunjukkan tren kenaikan positif, dengan rata-rata kenaikan mencapai 22,25%. Tahun 2015 volume produksi rumput laut nasional mencapai ± 11,2 juta ton dengan nilai produksi mencapai 13,2 trilliyun rupiah atau naik 9,8% dari tahun sebelumnya yang mencapai ± 10,2 juta ton.
 
 
 
More Berita
 
1 . JASUDA Fasilitasi Webinar Seri ke-2 INTROSEA Bahas Transformasi Industri Rumput Laut
  Kamis, 11 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 75 x
2 . Rumput Laut, 'Superfood' untuk Ketahanan Pangan Bangsa Maritim
  Senin, 08 Jun 2026-https://harian.disway.id/ - Terbaca 85 x
3 . Kegiatan Penanaman Siklus Pertama dalam Penelitian Kolaboratif KONEKSI di Takalar
  Sabtu, 06 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 80 x
4 . Peran Budidaya Rumput Laut terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
  Selasa, 02 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 111 x
5 . Dialog dengan Petani Budidaya Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Tekankan Modernisasi dan Hilirisasi
  Selasa, 26 May 2026-https://www.wapresri.go.id/ - Terbaca 125 x
6 . Kolaborasi PT JASUDA dan Universitas Gunadarma : Hadirkan Inovasi Alat Pengering Higienis
  Sabtu, 23 May 2026-Irna Aswanti Ibrahim dan Dian Maya Sari - Terbaca 119 x
7 . BI: Sulawesi Layak Jadi Pusat Hilirisasi dan Industri Rumput Laut Nasional
  Jumat, 22 May 2026-https://mediasultra.com/ - Terbaca 109 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 100 x
2 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 95 x
3 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 118 x
4 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 183 x
5 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 208 x
6 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 235 x
7 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 252 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,650,388 Kali
Member JaSuDa 10,765 Org
Buku Promosi 810 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin