Untitled Document
Kamis , 18 Juni 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Keakraban Akibat Rumput Laut
05-Mar-07 - Sumber: Saipul Rapi (REDC Sulsel) - Terbaca 5467 x - Baca: 16 Jun 2026
 
Indonesia yang terkenal sebagai negara kepulauan dengan ribuan pulau dan puluhan ribu kilometer garis pantai. Selain itu salah satu pintu gerbang pertama untuk masuknya satu budaya dan ilmu pengetahuan lebih awal di terima oleh masyarakat pesisir. Hal ini karena alur perdagangan dan transportasi di dominasi dari laut. Seiring dengan perkembangan pengetahuan, masyarakat pantai yang awalnya hanya berprofesi sebagai nelayan, namun dengan adanya rumput laut maka sebagian besar telah tergantikan dengan rumput laut. Meskipun diaantara mereka masih menyempatkan waktu untuk memancing.



Pada awalnya terjadi pertentangan antara nelayan pukat pantai dengan masyarakat pantai yang ingin beralih sebagai petani rumput laut. Hal ini karena lahan nelayan untuk memasang jaringnya tidak mempunyai lagi ruang yang luas. Budidaya rumput laut mengharuskan lahan tetap dengan desain tersendiri. Selain itu, lahan budidaya rumput laut menggunakan pematang yang berupa tali polietilen. Pertentangn yang terjadi antara mereka terkadang harus dirembukkan difasilitasi oleh pemerintah setempat. Perkembangan waktu menjawab bahwa rumput laut lebih menguntungkan dibanding dengan nelayan pukat pantai dan akhirnya bisa mereduksi pertentangan diantara mereka. Di beberapa tempat di Sulawesi selatan, misalnya saja di galesong utara, Takalar pertentangan dua kelompok ini kadang terjadi.



Hal senada diungkapkan oleh Dg Lewa, H Said, dan Mustafa Dg Ngalle. Dg Ngalle sewaktu menjabat kepala desa sangat di dukung oleh Dinas Perikanan dan Kelautan untuk memulai menanam rumput laut di Desa Bonto Ujung. Kegiatan yang diperkenalkan Dg Ngalle tersebut hal yang baru dan sebagian besar masyaraktanya adalah nelayan sehingga pertentangan pun terjadi diantara mereka. Dg Lewa sebagai nelayan pukat pantai bersikeras untuk tidak boleh membuat lokasi penanaman rumput laut dimana dia sering menangkap ikan atau memasang jaringnya. Pemerintah setempat pun berinisiasi untuk mempertemukan mereka dalam satu pertemuan dalam upaya mencari jalan keluar mengenai masalah ini. Selain itu H. Said juga bersikeras bahwa menanam rumput laut itu salah satu himbauan dari pemerintah, dan ada baiknya untuk di ujicoba. Untuk meyakinkan yang lain, beliau berdalih bahwa hal tersebut himbauan pemerintah lewat saluran TV.



Pertemuan pun terlaksana dan H Said bersama dengan H Nimbang yang telah membuat 2 lokasi penanaman rumput laut tetap bertahan. Hasil dari kesepakatan tersebut masing-masing punya hak dan tidak boleh saling merusak. Dan kalau ada yang ingin menghalangi penanam rumput laut itu maka dia harus mengganti seluruh biaya yang telah dikeluarkan untuk membuat lokasi penanam rumput laut tersebut, demikian penuturan H Said ketika mendapat kunjungan dari PT. Prakarsa Inovatif (lembaga yang dibawahi Global TV yang ditunjuk oleh Bank Dunia untuk meliput Program Pengembangan Masyarakat di Indonesia).



Penanam rumput laut pun akhirnya bisa berbudidaya dan hasilnya dapat dilihat oleh masyarakat setempat, sehingga dalam jangka waktu yang tidak begitu lama satu persatu masyarakat mencoba untuk menanam rumput laut juga setelah melihat hasilnya yang lebih menjanjikan. Pertengkaran antara nelayan pukat pantai dan petani rumput laut tidak terjadi lagi. Bahkan H. Said Dg Lewa dan Dg Ngalle saat ini sudah sangat rukun dan sudah berada dalam satu wadah kelompok tani rumput laut yang mereka beri nama Sinar Rezeki. Kerenggangan hubungan yang dulu terjadi seakan-akan sudah terhapus dan sudah menjadi cerita masa lalu. Dan dengan porfesi yang sama sebagai petani rumput laut juga selalu menggalang pasar dengan mengadakan penjualan bersama ke eksportir di makassar yaitu CV. Sumber Rezeki. Hubungan ini telah berjalan lebih dari satu tahun.
 
 
 
More Berita
 
1 . JASUDA Fasilitasi Webinar Seri ke-2 INTROSEA Bahas Transformasi Industri Rumput Laut
  Kamis, 11 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 56 x
2 . Rumput Laut, 'Superfood' untuk Ketahanan Pangan Bangsa Maritim
  Senin, 08 Jun 2026-https://harian.disway.id/ - Terbaca 69 x
3 . Kegiatan Penanaman Siklus Pertama dalam Penelitian Kolaboratif KONEKSI di Takalar
  Sabtu, 06 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 72 x
4 . Peran Budidaya Rumput Laut terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan
  Selasa, 02 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 98 x
5 . Dialog dengan Petani Budidaya Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Tekankan Modernisasi dan Hilirisasi
  Selasa, 26 May 2026-https://www.wapresri.go.id/ - Terbaca 113 x
6 . Kolaborasi PT JASUDA dan Universitas Gunadarma : Hadirkan Inovasi Alat Pengering Higienis
  Sabtu, 23 May 2026-Irna Aswanti Ibrahim dan Dian Maya Sari - Terbaca 103 x
7 . BI: Sulawesi Layak Jadi Pusat Hilirisasi dan Industri Rumput Laut Nasional
  Jumat, 22 May 2026-https://mediasultra.com/ - Terbaca 96 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 75 x
2 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 81 x
3 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 110 x
4 . Teknologi Solar Dryer Dome dari SITH ITB Hadirkan Solusi Pascapanen Rumput Laut di Sumba Tengah
  Jumat, 22 May 2026 - https://sith.itb.ac.id/ - Terbaca 170 x
5 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 201 x
6 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 224 x
7 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 245 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,649,279 Kali
Member JaSuDa 10,763 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin