
Makassar: Perusahaan bioteknologi asal Australia, Uluu, mendirikan PT Uluu Solusi Indonesia untuk memperkuat kerja sama dengan pembudi daya rumput laut, pemasok, dan mitra di berbagai wilayah Indonesia.
Kehadiran entitas tersebut diarahkan untuk membangun rantai pasok rumput laut yang dapat ditelusuri asal-usulnya dan memenuhi standar budi daya yang bertanggung jawab.
PT Uluu Solusi Indonesia akan dipimpin Dian Kurniawati sebagai Presiden Direktur dan Boedi Sardjana Julianto sebagai Komisaris. Boedi merupakan pakar rumput laut yang memiliki pengalaman dalam budi daya perairan berkelanjutan dan pengembangan rantai pasok rumput laut di Indonesia maupun internasional.
Presiden Direktur PT Uluu Solusi Indonesia Dian Kurniawati mengatakan Indonesia memiliki posisi penting dalam pengembangan bahan baku berbasis rumput laut. Karena itu, penguatan kemitraan dengan pembudi daya lokal menjadi salah satu fokus perusahaan.
"Sebagai produsen rumput laut terbesar kedua di dunia, Indonesia memiliki peran penting dalam misi Uluu untuk menggantikan plastik berbasis fosil dengan material yang terbuat dari rumput laut," ujar Dian, dalam keterangan tertulis, Senin, 7 September 2026.
Menurut dia, ketertelusuran, praktik budi daya yang bertanggung jawab, serta manfaat bagi masyarakat pembudi daya menjadi bagian yang dikembangkan dalam rantai pasok perusahaan di Indonesia.
Co-founder dan Co-CEO Uluu Dr Julia Reisser mengatakan keberadaan tim di Indonesia memungkinkan perusahaan bekerja lebih langsung dengan mitra lokal dan pembudi daya seiring peningkatan kegiatan usaha.
"Rumput laut merupakan bahan dasar material kami, sehingga cara rumput laut dibudidayakan dan lokasi budi dayanya sangat penting," ujar Julia.