
Budi daya komoditi rumput laut kembali diterpa angin segar, baru-baru ini harga jual rumput laut kering di Nunukan mencapai harga Rp 20 ribu perkilogram (kg). Kondisi ini tentu menjadikan produksi komoditi unggulan Nunukan ini semakin memberikan harapan di tengah kondisi daerah yang mengalami defisit anggaran.
Membaiknya harga rumput laut dari harga sebelumnya sekitar Rp 16 ribu membuat beberapa kelompok pembudidaya rumput laut meminta Dinas Perikanan Nunukan memberi pengawasan dan membantu petani menjaga kualitas hasil panen mereka.
Seperti diungkapkan Kelompok Pembudidaya Rumput Laut Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik Barat, Ramli. Ia berharap Dinas Perikanan dapat memberi pemahaman dan pelatihan kepada para pembudidaya untuk meningkatkan kualitas rumput laut mereka, sehingga tak terpengaruh dengan tingginya harga jual saat ini.
“Ya, kita minta semua petani juga, agar bersatu untuk sama-sama menjaga kualitas budidaya kita ini. Apalagi sekarang soal harga kita tertinggi,” ujarnya.
Harga rumput laut kering saat ini sudah di kisaran Rp 20 ribu per kg. Sebelumnya berkisar di Rp 10 ribu sampai Rp 13 ribu per kg. Demikian juga jumlah produksinya naik hingga 10 persen dari rata-rata 200 ton pertahun.
Tak hanya itu, standar harga yang ditawarkan para pengumpul rumput laut terus meningkat. Kondisi ini terus memacu kalangan petani meningkatkan jumlah produksinya hingga bermunculan petani-petani baru. “Alhamdullilah, naiknya harga rumput laut kembali merangsang para pembudidaya kita, ini bakal kita perjuangkan terus,” ujar Kepala Dinas Perikanan Nunukan, Sabaruddin.
Program yang tengah dipersiapkan pihaknya saat ini cukup banyak. Selain tetap berupaya menjaga stabilitas harga jual rumput laut melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Nunukan. Dinas Perikanan juga turut merangsang masyarakat yang tidak berpenghasilan tetap, untuk dapat memulai usaha rumput laut ini.
Diyakininya, program pengentasan kemiskinan yang diusung Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid dan Wakil Bupati H. Faridil Murad salah satunya dapat dilakukan melalui sektor rumput laut. Bantuan kepada masyarakat miskin juga tidak asal diberikan.
Sabaruddin menambahkan, pihaknya juga berupaya mewujudkan program Bupati dan Wakil Bupati dalam mengembangkan segala potensi daerah. Selain itu, Dinas Perikanan lebih memilih membantu masyarakat miskin dengan menyediakan sarana dan prasarana pembudidayaan rumput laut. Mulai dari media, bibit, peralatan panen dan kebutuhan lain yang menunjang kegiatan.
Sistem penjaringan masyarakat miskin juga tidak hanya mengandalkan usulan dari tingkat RT maupun desa. Dinas Perikanan membentuk tim verifikasi internal yang akan terjun memastikan layak tidaknya warga bersangkutan dibantu. Meski harga sedang meroket naik, namun mantan Staf Ahli Bupati ini tetap mempertahankan kualitas rumput laut kering. Pihaknya telah memberikan bantuan berupa alat pompa air pada tiap kelompok petani rumput laut.
Alat pompa ini berfungsi membersihkan rumput laut yang telah melewati tahapan panen. Selain itu, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) diminta bekerja keras membimbing kalangan pembudidaya untuk tetap panen sesuai waktunya. Jika panen tepat waktu, pembersihan baik serta penjemuran cukup, kualitas rumput laut Nunukan tetap terjaga.
“Pastinya, soal kualitas kita juga bakal terus pertahankan dong. Jangan sampai kita terbuai harga tinggi, tapi melupakan kualitas rumput laut kita. Agar pasar juga memperhitungkan kualitas rumput laut Nunukan,” pungkasnya.