Untitled Document
Kamis , 19 Mei 2022 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Mengurangi Emisi Sapi dengan Bahan Pakan Berbasis Rumput Laut
Senin, 09 May 2022 - Sumber: https://greennetwork.id/ - Terbaca 53 x - Baca: 19 May 2022
 
FutureFeed sedang mengembangkan suplemen pakan ternak dari spesies rumput laut Asparagopsis untuk mengurangi emisi metana yang dihasilkan oleh industri peternakan.

Tahukah Anda bahwa ada sekitar 1 miliar sapi di dunia? Sekitar 1,3 miliar manusia di muka bumi menggantungkan hidup pada peternakan sapi.

Dampaknya, industri peternakan menyumbang 14% dari emisi yang disebabkan manusia dalam bentuk metana. Meskipun berumur lebih singkat dibanding karbondioksida, metana 28 kali lebih efektif dalam memerangkap panas di dalam atmosfer bumi.

Untuk mengurangi emisi metana dari peternakan sapi, studi bersama yang berbasis di Australia antara CSIRO, Meat & Livestock Australia, dan James Cook University sedang mengembangkan bahan pakan ternak berbasis rumput laut yang disebut FutureFeed.

Emisi metana sapi
Ketika sapi memakan rumput, sistem pencernaannya menghasilkan metana sebagai ampasnya. Gas yang keluar berupa sendawa dan kentut, dengan rata-rata 300 gram metana per hari untuk sapi perah dan 150 gram untuk sapi potong. Hal itu memang bagian alami dari proses pencernaan. Namun, semakin banyak jumlah sapi, semakin besar pula metana yang dihasilkan.

Selagi opsi untuk mengurangi daging muncul di sana-sini, para ilmuwan di Australia berpikir dengan cara berbeda. Alih-alih mengurangi jumlah ternak, mereka memilih membuat bahan pakan alternatif untuk hewan ternak.

Bahan baku yang dikembangkan FutureFeed berupa spesies rumput laut yang disebut Asparagopsis.

Cara kerja Asparagopsis
Asparagopsis adalah senyawa bioaktif yang disebut bromoform. Senyawa ini menghambat enzim tertentu selama proses pencernaan untuk mencegah pembentukan metana. Penelitian terbaru mereka menunjukkan bahwa memberikan suplemen pakan ternak dengan Asparagopsis 0,20% dapat mengurangi produksi metana hingga 98%.

Namun, fakta bahwa Asparagopsis tidak tersedia dalam jumlah besar menjadi tantangan bagi inovasi ini. Spesies rumput laut yang satu ini tidak dibudidayakan secara komersial saat ini. Oleh karena itu, FutureFeed berencana membuat budidaya dan produksi rumput laut untuk memasok pakan ternak di Australia, yang pada gilirannya juga di seluruh dunia. Mereka memberikan izin bagi para petani rumput laut untuk ikut membudidayakan Asparagopsis.

Perusahaan tersebut juga mengembangkan cara untuk memasukkan Asparagopsis ke dalam pola makan berbasis rumput, karena penemuan saat ini baru untuk pola makan berbasis biji-bijian. Manfaat lingkungan dan potensi industri FutureFeed telah mengganjar mereka dengan Food Planet Prize Award pada tahun 2020.

Inovasi di tengah krisis iklim
CSIRO memprediksi bahwa jika 10% produsen ternak di seluruh dunia mengadopsi metode FutureFeed dalam memberi makan ternak mereka, efeknya akan sama dengan menghilangkan 100 juta mobil dari jalan. Dengan Asparagopsis sebagai bahan suplemen, FutureFeed berharap dapat membawa industri peternakan selangkah lebih dekat menuju pertanian berkelanjutan.

Sistem pangan dan pertanian kita hanyalah secuil dari banyak sektor yang perlu diubah agar lebih berkelanjutan. Tantangan perubahan iklim sangat kompleks dan saling bertaut. Untuk bertahan dan berkembang, industri-industri lain juga harus berinovasi dengan memikirkan kebaikan manusia dan planet ini.
 
 
 
More Berita
 
1 . Bantuan ‘Mengalir’, Pembudidaya Rumput Laut: Perhatian Bupati ASA Sangat Besar
  Senin, 09 May 2022-https://suarajelata.com/ - Terbaca 63 x
2 . Ribuan Karung Rumput Laut Tertahan di Nunukan
  Senin, 02 May 2022-https://korankaltara.com/ - Terbaca 82 x
3 . Andre Pratama: Pemkab Nunukan Seharusnya Atasi Masalah Angkutan Rumput Laut
  Senin, 25 Apr 2022-https://www.niaga.asia/ - Terbaca 111 x
4 . Petani Sumringah, Harga Rumput Laut Naik 2x Lipat
  Senin, 11 Apr 2022-https://www.kompas.tv/ - Terbaca 161 x
5 . Petani Bicara Rumput Laut - Story Telling
  Senin, 04 Apr 2022-https://jasuda.net/ - Terbaca 119 x
6 . Rumput Laut, Salah Satu Penggerak Pembangunan Blue Economy
  Senin, 28 Mar 2022-https://www.vibizmedia.com/ - Terbaca 143 x
7 . Menelisik Tantangan Industri dan Budidaya Rumput Laut di Indonesia
  Senin, 21 Mar 2022-https://sariagri.id/ - Terbaca 242 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Ampuh Atasi Sakit Lutut dengan Resep Wedang Jahe Rumput Laut ala dr. Zaidul Akbar
  Senin, 02 May 2022 - https://mapaybandung.pikiran-rakyat.com/ - Terbaca 70 x
2 . Resep Es Agar Jeruk Rumput Laut, Minuman Buka Puasa yang Menghadirkan Kesegaran Ganda
  Senin, 25 Apr 2022 - https://kaltim.tribunnews.com/ - Terbaca 76 x
3 . Resep Membuat Es Rumput Laut Enak dan Mudah, Cocok Jadi Sajian Berbuka Puasa
  Senin, 11 Apr 2022 - https://beritadiy.pikiran-rakyat.com/ - Terbaca 95 x
4 . Rutin Makan Rumput Laut Setiap Hari, 3 Penyakit Ambrol
  Senin, 04 Apr 2022 - https://www.genpi.co/ - Terbaca 108 x
5 . Aspek Teknis Pembuatan Nori dari Rumput Laut Lokal
  Senin, 28 Mar 2022 - https://seaweednetwork.id/ - Terbaca 122 x
6 . Pemda Wakatobi Bantu Pengembangan Pelampung Rumput Laut dari Batok Kelapa
  Senin, 21 Mar 2022 - https://zonasultra.com/ - Terbaca 166 x
7 . Tim UPN Yogyakarta Hasilkan Riset Pencegahan Pembusukan Buah dengan Penggunaan Rumput Laut & Madu
  Senin, 14 Mar 2022 - https://bali.tribunnews.com/ - Terbaca 151 x
 
 
Untitled Document
 
 
 
 
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
 
 
Statistik Website
Visitors 566,443  Kali
Member JaSuDa 10,365 Org
Buku Promosi 809  lihat
Konsultasi Online 2764  lihat
 
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
 
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022.
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin