Untitled Document
Kamis , 29 September 2022 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Rumput Laut, Sumber Pangan Alternatif-Ketahanan Pangan Bali
Senin, 15 Aug 2022 - Sumber: https://www.beritabali.com - Terbaca 124 x - Baca: 28 Sep 2022
 
Budidaya perikanan laut menjadi solusi bagi ketahanan pangan di dunia dan juga menjadi solusi kedaulatan pangan di Indonesia.

Salah satu primadona budidaya perikanan laut adalah rumput laut dari jenis Eucheuma, rumput laut jenis ini mudah dibudidayakan, tidak memerlukan modal besar, tidak membutuhkan pestisida, tidak perlu sewa lahan karena budidaya dilakukan di laut dan yang paling penting adalah sangat menguntungkan.

Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) komoditas rumput laut punya kontribusi nilai ekonomi tinggi baik untuk pertumbuhan ekonomi domestik maupun untuk komoditas ekspor. Ditambah lagi, Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar kedua setelah Tiongkok, dengan volume ekspor tahun 2020 sebesar 195.574 ton dengan nilai mencapai USD279,58 juta.

Aspek pasar rumput laut mengalami peningkatan dalam perkembangan perdagangan global yang cukup tinggi seiring dengan kebutuhan bahan baku industri baik untuk food grade, pharmaeutical, maupun industrial grade. Pertumbuhan penduduk dunia yang semakin pesat dan kompleksitas nilai guna rumput laut yang begitu besar sebagai penunjang kebutuhan hidup masyarakat dunia, maka tidak heran jika saat ini rumput laut menjadi salah satu kebutuhan yang prospektif dan telah menjadi bagian dari kebutuhan dunia.

Pengembangan budidaya rumput laut masih dilaksanakan sendiri-sendiri secara sektoral, sehingga hasil dari budidaya rumput laut sering dipasarkan secara langsung kepada pedagang pengepul dengan tingkat harga yang relatif rendah dibandingkan dengan harga penjualan yang dilakukan oleh petani secara langsung ke pasar.

Pemasaran yang dilakukan ada 2 pilihan yaitu rumput laut dipasarkan basah dan dipasarkan kering, yang mana dengan dipasarkan kering maka harga akan lebih tinggi daripada rumput laut yang dipasarkan basah. Faktor bibit rumput laut saat ini juga menjadi permasalahan dikarenakan tidak semua bibit memiliki kualitas yang baik, sehingga perlu adanya penelitian tentang kultur jaringan untuk budidaya rumput laut dan meningkatkan performa bibit rumput laut hasil budidaya dengan melakukan berbagai inovasi untuk menciptakan bibit rumput laut berkualitas yang menunjang produksi rumput laut dalam negeri.
Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) rumput laut sebagai salah satu komoditas unggulan mempunyai prospek pasar yang cukup luas baik di dalam maupun luar negeri. Kebutuhan rumput laut sebagai bahan dasar dalam berbagai industri menjadikan komoditas ini mempunyai nilai yang sangat tinggi. Oleh karenanya, produksi rumput laut menjadi salah satu komoditas andalan dalam kegiatan budidaya.

Eksistensi budidaya rumput laut di Indonesia khususnya jenis kotoni akan semakin menguat seiring dengan suskesnya hasil pengkajian pembudidayaan rumput laut Eucheuma di berbagai daerah potensial untuk pengembangan. Dari berbagai sudut telaahan dan kajian yang didapatkan, kendala yang kemungkinan muncul dapat diatasi apabila protokol budidaya yang telah disosialisasikan diterapkan dengan baik.

Untuk itu, kebijakan pengembangan rumput laut Eucheuma harus didasarkan pada pengembangan inovasi baru baik hulu maupun hilir. Kegiatan hulu mencakup pengembangan system budidaya, perbaikan mutu bibit (tissue culture atau seleksi klon), sedangkan kegiatan hilir mencakup pengembangan inovasi teknologi pengolahan rumput laut (karaginan, alginate, agar-agar, dll).

Saat ini dengan pesatnya kemajuan teknologi mendorong untuk semakin banyaknya areal areal pertanian, perkebunan dan perikanan di darat yang diubah menjadi perumahan, pabrik, mall dll, sehingga mengurangi ketersediaan lahan untuk menghasilkan seumber pangan. Suatu saat nanti pangan akan bersumber dari laut, hal ini dikarenakan laut memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk dikembangkan dan tidak ada yang bisa mengkavling laut.

Teknik budidaya rumput dan potensi pengambangan budidayanya masih belum banyak diketahui, padahal dalam penerapannya sangatlah mudah dan ada berbagai macam teknik budidayanya, salah satu teknik budidaya yang dapat diterapkan di bali adalah dengan metode lepas dasar dan metode long line.

Selain dari teknik budidaya perlu juga diperhatikan untuk daerah-daerah yang berpotensi untuk budidaya, karena tidak disetiap daerah dapat digunakan untuk budidaya, perlu dilihat parameter kualitas airnya, pasang surut air laut dan lain-lain.

Faktor kualitas air yang menjadi penentu daripada budidaya rumput laut adalah yang pertama pasang surut air laut harus diperhitungkan agar pada saat surut terendah rumput laut masih mandapatkan air. Lokasi penanaman rumput laut juga diharapkan tidak dekat dengan sumber air tawar, jika terlalu dekat dikhawatirkan akan berdampak pada pertumbuhan dan kualitas rumput laut.

Kedalaman tanam rumput laut juga harus diperhatikan agar masih terkena sinar matahari yang digunakan untuk proses pertumbuhan dan fotosintesis. Menurut pengalaman saya dari segi parameter kualitas air perlu dilaksanakan pemantauan kualitas air yang dilakukan secara kontinyu dan keberlanjutan agar dapat digunakan sebagai data pertumbuhan rumput laut.

Upaya- upaya pengembangan budidaya rumput laut dapat dilakukan dengan dukungan pemerintah dalam upaya peningkatan sumberdaya manusia pembudidaya rumput laut, baik dengan sosialisasi, pelatihan, pendidikan maupun penyuluhan. Perlu adanya pengembangan data dan informasi yang akurat melalui penyusunan sistem data informasi perikanan yang efektif dan efisien, yang meliputi sistem informasi terpadu melalui pendidikan, pelatihan dan penyuluhan.

Menggalang kegiatan penelitian terhadap sumberdaya perikanan, terutama sumberdaya perikanan rumput laut E. cottoni yang memiliki prospek untuk pengembangannya. Meningkatkan pendapatan masyarakat dari nilai usaha perikanan dengan cara meningkatkan nilai tambah usaha olahan produk perikanan dengan mengembangkan dan memperkenalkan sistem pengolahan rumput laut yang lebih bermutu, higienis dan menghindari penggunaan bahan-bahan pengawet yang berlebihan.

Guna mendukung pengembangan rumput laut sangat diperlukan pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat dengan menggalakkan penggunaan bibit kultur jaringan, pembangunan kebun bibit, penyaluran sarana penjemuran rumput laut, dan penyediaan gudang rumput laut yang menerapkan Sistem Resi Gudang. Sehingga komoditas rumput laut nantinya mampu memberikan kontribusi terhadap pemulihan ekonomi dalam negeri baik sekarang maupun nanti.

Rumput laut selain sebagai pangan dapat juga diandalkan untuk membangkitkan sector pariwisata di bali terutama ekowisata laut, yang dikemas dengan teknologi budidaya dan pengolahan rumput laut, untuk teknologi pengolahan nya saat ini sudah sangat luar biasa maju dapat diolah menjadi aneka makannan dan minuman antara lain : dodol rumput laut, sirup rumput laut, manisan rumput laut dll.

Pada daerah yang berpotensi untuk pengembangannya, selain menguntungkan dalam sisi meningkatkan ketahan pangan juga dapat dijadikan peluang ekowisata laut yang saat ini sangat diminati di bali. Sehingga diharapkan dengan berwisata rumput laut dapat berdaulat pangan, membangkitkan sector pariwisata laut.

Selain itu dapat dipergunakan untuk wisata edukasi terutama untuk edukasi anak-anak dan memperkenalkan tentang laut terutama rumput laut, dan yang terpenting adalah dapat menggerakkan roda perekonomian sehingga dapat mensejahterakan masyarakat.

Dengan perluasan wilayah budidaya rumput laut dapat juga membantu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan membantu pemulihan ekonomi di bali selain juga untuk meningkatkan ekspor rumput laut.
 
 
 
More Berita
 
1 . JaSuDa Mengajak Petani dalam Sosialisasi SOP Budidaya Gracilaria
  Selasa, 20 Sep 2022-https://www.jasuda.net/ - Terbaca 53 x
2 . UNIDO Fasilitasi Sertifikasi Pengumpul Rumput Laut
  Kamis, 15 Sep 2022-Dian Maya Sari - Team Jasuda - Terbaca 95 x
3 . JaSuDa dan UNIDO Bantu 1.500 Petani Adopsi SOP Budidaya Rumput Laut
  Sabtu, 10 Sep 2022-Irsyadi Siradjuddin - Team Jasuda - Terbaca 105 x
4 . Tak Hanya Porang yang ke Jepang, Rumput Laut Sumenep Juga Diekspor ke China
  Senin, 05 Sep 2022-https://www.solopos.com - Terbaca 87 x
5 . Limbah Botol Rumput Laut Capai 25 Ton Sebulan
  Selasa, 23 Aug 2022-https://amp.kaltara.prokal.co - Terbaca 123 x
6 . Bantaeng Bakal Menjadi Penghasil Bibit Rumput Laut di Sulsel
  Senin, 15 Aug 2022-https://makassar.antaranews.com - Terbaca 2939 x
7 . Queensland University, IPB dan JaSuDa : GMB Workshops Sistem Tatakelola Rantai Nilai Rumput Laut
  Senin, 08 Aug 2022-https://www.jasuda.net/ - Terbaca 164 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Pasta dari Tepung Rumput Laut Bisa Atasi Gizi tidak Seimbang
  Senin, 05 Sep 2022 - https://m.mediaindonesia.com - Terbaca 78 x
2 . Orak Arik Rumput Laut
  Selasa, 23 Aug 2022 - https://cookpad.com - Terbaca 94 x
3 . Masker Kulit Rumput Laut, Ini Keunggulannya Dibanding yang Lain
  Senin, 08 Aug 2022 - https://www.suaramerdeka.com - Terbaca 145 x
4 . Rumput Laut, Makanan Sehat yang Baik untuk Tubuh dan Alam
  Senin, 25 Jul 2022 - https://merahputih.com/ - Terbaca 242 x
5 . Rumput Laut Juga Bisa Dijadikan Sabun Lho ! Bagaimana Sih Cara Membuatnya ?
  Senin, 18 Jul 2022 - https://kumparan.com/ - Terbaca 153 x
6 . Resep Sup Ikan Salmon Rumput Laut yang Menghangatkan
  Senin, 11 Jul 2022 - https://endeus.tv - Terbaca 120 x
7 . Melihat Potensi Rumput Laut dalam Pembuatan Keju
  Senin, 27 Jun 2022 - https://unpar.ac.id/ - Terbaca 142 x
 
 
Untitled Document
 
 
 
 
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
 
 
Statistik Website
Visitors 587,760  Kali
Member JaSuDa 10,409 Org
Buku Promosi 809  lihat
Konsultasi Online 2764  lihat
 
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
 
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022.
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin