Untitled Document
Minggu , 04 Desember 2022 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Terkendala Pergub, Puluhan Ton Rumput Laut di Lembata Tidak Terjual ke Luar NTT
Senin, 21 Nov 2022 - Sumber: https://m.kumparan.com - Terbaca 63 x - Baca: 04 Dec 2022
 
LEMBATA - Para pengepul rumput laut di Kabupaten Lembata mengeluh lantaran komoditi yang mereka beli dari petani tidak bisa di jual ke luar provinsi.

"Sekarang tidak bisa jual ke luar, kami terpaksa simpan saja," kata Stanislaus Kopong, salah satu Pengepul asal Desa Mahal, Kecamatan Omesuri kepada wartawan, Sabtu 19 November 2022.

Stanis menuturkan, sekitar tiga ton lebih rumput laut yang dia kumpul, ditambah puluhan ton milik petani Omesuri tidak terjual keluar karena terbentur Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 39 tahun 2022 tentang Tata Niaga Komoditas Perikanan yang terbit tanggal 14 Januari 2022.

Dalam Pergub tersebut, Pemprov NTT melarang mengekspor rumput laut yang membuat para petani termasuk pengepul lokal di desa merana.

Menurutnya, larangan yang di keluarkan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat itu, terkesan berat sebelah dan mengabaikan kepentingan ekonomi petani itu sendiri.

"Sepertinya ada monopoli bisnis tingkat tinggi yang dibangun Pemprov NTT," ujarnya.

Tidak hanya itu, pria yang sudah 21 tahun berkecimpung sebagai pengepul ini juga mengaku kecewa terhadap perusahaan yang ditunjuk Gubernur NTT untuk membeli rumput laut dari petani.

Pasalnya, selama ini tiga perusahaan itu sama sekali tidak membeli komoditi petani, dan menurut informasi, harga satu kilo yang akan dibeli oleh perusahaan itu dinilai terlalu murah ketimbang harga yang mereka over ke pengusaha di luar NTT.

"Pergub tahun 2022 itu harga di Kupang 30 ribu per kilo, sementara kami beli dari petani di Lembata 32 ribu per kilo," terangnya.

"Selama ini kami jual ke Makassar karena harganya lebih bagus dari kita di NTT," tambahnya.

Syarifudin Lamablawa, salah satu Pengepul rumput laut asal Desa Kolipadan, Kecamatan Ile Ape juga mengaku kewalahan dengan pemberlakuan Pergub Nomor 39 tahun 2022 tersebut.

Menurutnya, Pergub itu telah menabrak prinsip pasar global yang mengharuskan, semua orang bisa dan kapan saja memasarkan hasil komoditinya ke luar daerah.

"Pasar bebas kan begitu, kita siap terima, itu Pergub buat mati kami semua, petani rumput laut dan pengusaha kecil," ungkapnya kecewa.

Efek dari penerapan Pergub Tata Niaga Komoditas Perikanan NTT ini pun membuat Syarifudin tidak menjual lagi rumput laut ke pasar luar daerah.

Bahkan, Syarifudin enggan membeli dari petani karena takut bakal rusak ketika tidak cepat terjual. Padahal, kurang lebih belasan ton miliknya terpaksa disimpan begitu saja di gudang, belum terhitung milik petani yang jumlahnya juga bisa mencapai belasan ton.

"Kasihan petani, barang ada tapi mau beli dari mereka bagaimana, sementara di kita masih menumpuk. Ini saja kita sudah rugi banyak sekali," terangnya.

Terpisah, Zainudin, petani rumput laut dari Desa Kolipadan kepada media pada Sabtu 19 November 2022 mengaku kewalahan menjual hasil komoditi itu lantaran para pengepul enggan untuk membeli.

"Sudah mau dua bulan mereka tidak datang timbang, katanya pemerintah larang jual ke luar," ujarnya.

Selaku petani, Zainudin berharap pemerintah bisa membantu mencarikan solusi bagi mereka, bukan kembali menindas masyarakat dengan menghadirkan aturan yang terkesan tidak berpihak.

"Ini satu-satunya pekerjaan kami, kalau larang siapa yang kasi kami makan, urus anak sekolah, urus keluarga lain-lain lagi bagaimana," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat pada tanggal 14 Januari 2022 mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 39 Tahun 2022 tentang Tata Niaga Komoditas Hasil Perikanan di Provinsi NTT.

Dalam Pergub itu, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat melarang mengekspor rumput laut ke luar NTT. Dan sesuai petunjuk Pergub, semua rumput laut kering hanya bisa dijual ke tiga perusahaan di NTT yakni PT. Algae Sumba Timur Lestari, PT. Rote Karaginan Nusantara dan CV. Agar Kembang.
 
 
 
More Berita
 
1 . 99 Pembudidaya Rumput Laut di Samboja Kukar Terima Bantuan Perahu dan Mesin
  Senin, 28 Nov 2022-https://www.msn.com - Terbaca 29 x
2 . Strategi Meningkatkan Produksi Rumput Laut
  Selasa, 15 Nov 2022-https://kerjha.com - Terbaca 79 x
3 . Lewat MIF, Makassar-Australia Jajaki Peluang Bisnis Rumput Laut
  Rabu, 09 Nov 2022-https://rakyatku.com - Terbaca 80 x
4 . Promosikan Komoditas Rumput Laut, KKP Akan Gelar Seaweed Investment Forum & Festival
  Senin, 31 Oct 2022-https://www.tribunnews.com - Terbaca 89 x
5 . Kultur Jaringan Jadi Senjata KKP Tingkatkan Produksi Rumput Laut
  Senin, 24 Oct 2022-https://kkp.go.id - Terbaca 124 x
6 . Tanda Batas Zonasi Rumput Laut Dirusak, DKP Kaltara: Zonasi Tidak Berubah
  Senin, 17 Oct 2022-https://amp.kaltara.prokal.co - Terbaca 102 x
7 . Segarnya Budidaya Rumput Laut, Panen Per 1,5 Bulan Hasilkan Rp 30 Juta
  Senin, 10 Oct 2022-https://finance.detik.com - Terbaca 147 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Pembuatan Nori Secara Tradisional dari Rumput Laut Jenis Glacilaria sp.
  Senin, 28 Nov 2022 - https://repository.ipb.ac.id - Terbaca 34 x
2 . Rumput Laut dan Ikan Gabus Jadi Bahan Baku Obat Luka
  Senin, 21 Nov 2022 - https://prohaba.tribunnews.com - Terbaca 44 x
3 . 5 Manfaat Rumput Laut untuk Kesehatan Anak
  Selasa, 15 Nov 2022 - https://purepremiumcare.co.id - Terbaca 64 x
4 . Undip Dorong Pengolahan Produk Makanan Berbasis Rumput Laut
  Rabu, 09 Nov 2022 - https://rri.co.id - Terbaca 72 x
5 . 16 Ibu Rumah Tangga di Lingga Ikuti Pelatihan Keterampilan Olah Rumput Laut
  Senin, 31 Oct 2022 - https://siberone.com - Terbaca 83 x
6 . Ilmuwan Temukan Bahan Baru Baterai Mobil Listrik dari Rumput Laut
  Senin, 24 Oct 2022 - https://riaupos.jawapos.com - Terbaca 111 x
7 . Wow! Ternyata Rumput Laut Bisa Jadi Pengganti Lithium di Baterai Mobil Listrik
  Senin, 17 Oct 2022 - https://otomotif.okezone.com - Terbaca 127 x
 
 
Untitled Document
 
 
 
 
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
 
 
Statistik Website
Visitors 597,466  Kali
Member JaSuDa 10,430 Org
Buku Promosi 809  lihat
Konsultasi Online 2764  lihat
 
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
 
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022.
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin