Untitled Document
Selasa , 16 April 2024 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Ada Gumpalan Rumput Laut Siap 'Mendarat' di Florida
Selasa, 07 Mar 2023 - Sumber: https://www.detik.com - Terbaca 431 x - Baca: 16 Apr 2024
 
Gumpalan rumput laut sargassum raksasa dengan berat jutaan ton bakalan terdampar di Florida, Amerika Serikat (AS). Diketahui gumpalan tersebut merupakan akumulasi di Samudra Atlantik dan menuju ke salah satu negara bagian AS.

Dikutip dari detikInet, Sargassum adalah genus makroalga coklat yang ditemukan di lautan beriklim sedang dan tropis di seluruh dunia. Tumbuhan ini dapat membentuk rumpun raksasa seperti pulau terapung yang membentang hingga berkilo-kilometer, menyediakan tempat berlindung dan makanan bagi burung, ikan, penyu, dan hewan krustasea.

Pulau rumput laut raksasa ini adalah rumah eksklusif bagi beberapa spesies seperti ikan sargassum, dan berfungsi sebagai tempat pembibitan bagi hewan remaja termasuk penyu.

Namun pada akhirnya, pulau-pulau dari rumput laut ini kehilangan daya apungnya dan tenggelam ke dasar laut di mana mereka menjadi sumber makanan utama di jaring makanan di laut dalam, sehingga menjadi habitat penting bagi banyak spesies di berbagai zona kolom air.

Namun, seperti dikutip dari IFL Science, Selasa (28/2/2023) dalam beberapa tahun terakhir sargassum menjadi semakin nomaden karena suhu laut yang memanas membuatnya mekar di perairan asing.

Sargassum juga diperkirakan mengalami ledakan pertumbuhan sebagai akibat dari perubahan iklim dan limpahan nutrisi dari aliran muara Sungai Amazon dan Mississippi. Emigrasi dan ledakan pertumbuhannya memungkinkan ia menyedot nutrisi dan oksigen dari terumbu yang ditelannya.

"Lautan sargassum yang saat ini mengambang menuju Florida dapat berbau tidak sedap seperti kombinasi bau telur busuk yang kuat dan bau air laut yang asin. Saat terurai, ia akan melepaskan karbon yang tersimpan ke udara, berkontribusi terhadap emisi CO2 yang sudah terlalu tinggi di planet ini," kata peneliti.

Disebutkan para peneliti, 2022 adalah tahun pemecahan rekor sargassum dan 2023 mungkin akan lebih besar lagi, karena rumput laut tua bertindak seperti bahan penyemaian untuk memulai panen berikutnya.

Bakau, dermaga, dan kanal sangat terpengaruh oleh sargassum karena membuat 'kemacetan' di air, menciptakan zona mati di mana kehidupan lain tidak dapat berkembang.

Menurut Southern Living, bentangan luas sargassum yang saat ini mendominasi Samudra Atlantik telah berlipat ganda selama dua bulan berturut-turut, sekarang mencapai sekitar 8,7 juta ton. Sebagai gambaran, besarnya kira-kira setara dengan 3.000 kolam renang ukuran Olimpiade.

"Tikar sargassum raksasa seukuran mal akan datang seperti gumpalan. Itu sungguh tidak menyenangkan terutama bagi perenang," kata Tom Mahady, Chief of Boynton Beach (Florida) Ocean Rescue.

Di tempat lain di dunia, para ilmuwan harus bekerja keras mengembangkan cara-cara berkelanjutan untuk mengatasi gelombang gumpalan sargassum. Tujuannya adalah menemukan cara yang efektif dalam mengolah rumput laut yang menumpuk di pantai menjadi sesuatu yang bermanfaat.

"Ini gratis dan banyak sekali, jadi masuk akal untuk mengubahnya menjadi produk yang bermanfaat. Tapi mengubah biomassa laut seperti rumput laut biasanya membutuhkan pemindahannya dari air asin, mencucinya di air tawar, dan mengeringkannya," kata Profesor Mike Allen dari University of Exeter and Plymouth Marine Laboratory.

"Sargassum bernilai mahal, jadi kita perlu menemukan metode yang layak secara ekonomi dan lingkungan," tutupnya.
 
 
 
More Berita
 
1 . Batok Kelapa Gantikan Plastik Sebagai Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 16 Apr 2024-Boedi S, Irsyadi S, Irna A - Terbaca 14 x
2 . Komoditas Rumput Laut Kaltim Tembus Pasar China
  Rabu, 10 Apr 2024-https://adakah.id/ - Terbaca 56 x
3 . Antusiasme Petani Takalar di Puncak Musim Tanam Rumput Laut Cottonii
  Jumat, 05 Apr 2024-Irsyadi Siradjuddin & Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 71 x
4 . Distribusi Film Dokumenter: Penelitian Rumput Laut Partisipatif di Sulawesi Selatan, Indonesia
  Senin, 01 Apr 2024-JaSuDa, WUR, dan UNHAS - Terbaca 82 x
5 . Tantangan Budidaya Rumput Laut Ramah Lingkungan di Sabu Raijua NTT, dari Pelampung hingga Tengkulak
  Senin, 01 Apr 2024-https://www.liputan6.com/ - Terbaca 77 x
6 . Pabrik Rumput Laut Solusi Harga Stabil
  Selasa, 26 Mar 2024-https://www.rri.co.id/ - Terbaca 107 x
7 . JaSuDa Fasilitasi Kegiatan Training Piloting Budidaya Udang Tambak Tradisional Plus di Sulsel
  Senin, 25 Mar 2024-Boedi Julianto, Irsyadi Siradjuddin, Irna Aswanti - Terbaca 72 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Rumput Laut Krispi
  Rabu, 10 Apr 2024 - https://cookpad.com/ - Terbaca 54 x
2 . 7 Daerah Penghasil Rumput Laut Terbesar di Indonesia
  Senin, 01 Apr 2024 - https://www.limakilo.id/ - Terbaca 99 x
3 . Cerita Sukses Kosmetik Rumput Laut dan Pelestari Terumbu Karang dari Nusa Penida
  Selasa, 26 Mar 2024 - https://www.mongabay.co.id/ - Terbaca 68 x
4 . Resep Sup Rumput Laut, Menu Diet Sehat untuk Buka Puasa dan Sahur
  Selasa, 19 Mar 2024 - https://jatim.tribunnews.com/ - Terbaca 86 x
5 . Mengenal 16 Jenis Rumput Laut di Indonesia dan Ciri-cirinya
  Selasa, 12 Mar 2024 - https://m.kumparan.com/ - Terbaca 125 x
6 . Rumput Laut Kamaribu
  Senin, 04 Mar 2024 - https://dprd-dkijakartaprov.go.id/ - Terbaca 90 x
7 . Rumput Laut yang Terancam Punah
  Senin, 26 Feb 2024 - https://www.renovablesverdes.com/ - Terbaca 174 x
 
 
Untitled Document
 
 
 
 
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
 
 
Statistik Website
Visitors 669,826  Kali
Member JaSuDa 10,638 Org
Buku Promosi 809  lihat
Konsultasi Online 2764  lihat
 
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
 
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022.
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin