Untitled Document
Senin , 26 Februari 2024 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Workshop Hasil Riset JaSuDa, UNHAS dan Wageningen University and Research
Selasa, 26 Dec 2023 - Sumber: Irsyadi S, Boedi J, Irna A - Terbaca 209 x - Baca: 26 Feb 2024
 
JaSuDa berkolaborasi dengan Wageningen University and Research, Universitas Hasanuddin dan Petani Rumput Laut di Sulawesi Selatan telah melakukan uji coba atau riset mengenai pengaruh berat potongan bibit rumput laut terhadapt produktivitas rumput laut.

Tujuan dari workshop ini adalah 1) Mempresentasikan hasil penelitian uji coba di lapangan budidaya rumput laut mengenai berat bibit yang berbeda, 2) Membahas hasil penelitian dalam kelompok kecil dan mempresentasikan hasil diskusi dari kelompok kecil tersebut, dan 3) Menampilkan video dokumenter.

Pada saat pemaparan hasil penelitian, ditemukan bahwa banyaknya tali ikatan yang kosong berkisar 0 - 30%, khususnya pada siklus tiga ditemukan ikatan yang kosong berkisar 40 - 30%. Hal tersebut diakibatkan karena adanya serangan ice-ice, banyaknya epifit, suhu air yang tinggi mengakibatkan terjadinya perubahan warna pada rumput laut dan membuat rumput laut menjadi lunak dan mudah rontok. Selain itu juga, kurangnya curah hujan yang menyebabkan pertumbuhan rumput laut melambat.
Untuk hasil pertumbuhan dari berat bibit yang berbeda-beda, berat awal yang lebih besar menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan berat bibit lainnya.

Workshop tersebut diikuti oleh 37 peserta yang terdiri dari 4 dari Tim WUR, 2 dari Tim UNHAS, 2 dari DKP Takalar, 7 dari petani dan ibu-ibu pengikat tali dari Galesong, 16 dari petani dan ibu-ibu pengikat dari Baji, dan 6 dari Tim JaSuDa. Hasil FGD kelompok kecil mendapatkan temuan bahwa petani rumput laut dapat belajar bagaimana cara menanam bibit dari berat yang kecil hingga besar. Selain itu juga, mereka dapat mengetahui bagaimana cara memilih bibit yang baik agar mendapatkan kualitas yang baik juga pada saat panen.

Selama penelitian berlangsung, para petani dan ibu-ibu pengikat tentu mengalami kendala. Kendala yang dimaksud, yaitu cuaca eksrim, penimbangan bibit satu per satu yang menyebabkan ibu-ibu pengikat membutuhkan waktu yang lama untuk mengikat bibit pada tali percobaan. Selain itu juga, untuk mendukung penelitian ke depannya, para petani mengharapkan bantuan seperti alat-alat yang mendukung penelitian. Alat tersebut dapt berupa alat ukur sainitas air laut. Selain alat, mereka juga mengharapkan lokasi penelitian diperluas agar penyuluh dari pemerintah daerah dapat memberikan rekomendasi bagi petani rumput laut.

Dalam kegiatan workshop tersebut, penayangan film dokumenter juga ditampilkan. Durasi film dokumenter tersebut 5 menit 16 detik. Film tersebut menggambarkan persiapan penanaman, proses penanaman, pemeliharaan tanaman, analisi data, wawancara petani, dan perawatan pasca panen. Kegiatan workshop ini juga akan dimasukkan sebagai bagian dari proses finalisasi Film Dokumenter Wageningen University and Research.
 
 
 
More Berita
 
1 . Pemprov NTB Harap Potensi Blue Food di Pantai Selatan Lombok di Dukung Pemerintah Pusat
  Senin, 26 Feb 2024-https://lombok.tribunnews.com/ - Terbaca 13 x
2 . Presiden Joko Widodo akan Datang ke Lombok 29 Februari, Pantau Proyek Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 20 Feb 2024-https://lombok.tribunnews.com/ - Terbaca 39 x
3 . Kredit Bibit untuk Petani
  Senin, 19 Feb 2024-Boedi, Irsyadi, Irna - Terbaca 54 x
4 . Indonesia Produsen Rumput Laut Terbesar ke-2 Dunia, AGAR Jalin Kemitraan dengan Petani
  Senin, 12 Feb 2024-https://lestari.kompas.com/ - Terbaca 80 x
5 . Musim Tanam Rumput Laut di Ujung Baji
  Rabu, 07 Feb 2024-Boedi Julianto, Irsyadi Siradjuddin & Irna Aswanti - Terbaca 76 x
6 . Larangan Ekspor Rumput Laut Bisa Jadi Bumerang yang Merugikan Industri
  Selasa, 06 Feb 2024-https://theconversation.com/ - Terbaca 105 x
7 . Kerjasama Petani dengan POSKO JASUDA
  Kamis, 01 Feb 2024-Boedi Julianto & Irna Aswanti - Terbaca 97 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Rumput Laut yang Terancam Punah
  Senin, 26 Feb 2024 - https://www.renovablesverdes.com/ - Terbaca 16 x
2 . Panen Rumput Laut dan Hidup Berkelanjutan Jadi Gaya Hidup Warga Ionia di Alaska
  Selasa, 20 Feb 2024 - https://www.voaindonesia.com/ - Terbaca 52 x
3 . 5 Cara Mudah Mengolah Rumput Laut yang Renyah dan Bebas Bau Amis
  Senin, 12 Feb 2024 - https://kumparan.com/ - Terbaca 78 x
4 . Pakar IPB: Rumput Laut Indonesia Bisa Diolah Jadi Gula hingga Bioetanol
  Selasa, 06 Feb 2024 - https://www.kompas.com/ - Terbaca 95 x
5 . Mengolah Rumput Laut Spinosum menjadi Golden Seaweed
  Kamis, 01 Feb 2024 - Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 144 x
6 . Lagi Kontroversi, Ini Dia Fakta Unik Tentang Rumput Laut !
  Senin, 22 Jan 2024 - https://garut.urbanjabar.com/ - Terbaca 148 x
7 . Rumput Laut Goreng Tepung
  Senin, 15 Jan 2024 - https://lifestyle.pinhome.id/ - Terbaca 153 x
 
 
Untitled Document
 
 
 
 
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
 
 
Statistik Website
Visitors 663,967  Kali
Member JaSuDa 10,632 Org
Buku Promosi 809  lihat
Konsultasi Online 2764  lihat
 
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
 
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022.
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin