Untitled Document
Senin , 26 Februari 2024 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Pakar IPB: Rumput Laut Indonesia Bisa Diolah Jadi Gula hingga Bioetanol
Selasa, 06 Feb 2024 - Sumber: https://www.kompas.com/ - Terbaca 94 x - Baca: 26 Feb 2024
 
Kekayaan laut Indonesia, membuat negara ini menjadi negara yang memproduksi rumput laut cottonii terbesar di dunia.

Selain rumput laut cottoni, Indonesia ternyata juga menjadi pengimpor terbesar produk olahan rumput laut terutama produk karaginan. Seharusnya, Indonesia justru menjadi leader untuk industri rumput laut dan turunannya terutama untuk jenis cottonii.

Di Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prof Uju mengatakan limbah padat karaginan (pengolahan refined carrageen) dapat diolah menjadi biosugar dan bioethanol.

Menurutnya, limbah padat karaginan ini memiliki kadar lignin yang lebih rendah serta kadar selulosa 34 persen.

Kadar ini mendekati kadar biomassa tanaman darat sehingga bisa dikonversi atau diubah menjadi biosugar (glukosa) dan bioethanol.

“Kami memanfaatkan teknologi pretreatment ionic liquid [Hpy][Cl] untuk mengkonversi selulosa limbah padat karaginan menjadi gula yang cepat, efisien dan lebih ramah lingkungan," ujarnya dilansir dari laman IPB University.

Ia mengatakan, pengolahan limbah padat karaginan menjadi bioetanol juga memiliki nilai konversi yang tinggi dengan biaya produksi yang bersaing dengan bioetanol berbahan baku tebu dan dari jenis pati-patian.

Prof Uju mengenalkan pendekatan biorefinery atau kegiatan pengolahan industri untuk mengembangkan potensi dan pemanfaatan rumput laut carrageenophyte cottonii.

“Rumput laut Kappaphycus (cottonii) selain dapat menghasilkan karaginan juga dapat menghasilkan bahan-bahan biokimia lainnya. Yakni pigmen fikoeritrin, selulosa, pupuk, bioetanol, gula serta produk biokimia lainnya yang memiliki nilai jual dan nilai tambah yang tinggi untuk industri pengolahan karaginan,” ujarnya.

Menurut Prof Uju, fikoeritrin ini banyak digunakan sebagai pewarna dalam makanan, obat-obatan, dan kosmetik. Harganya bisa mencapai US$ 3,45-14 atau antara Rp 43 -200 ribu per miligram.

Untuk mengekstraksi pigmen fikoeritrin, umumnya dilakukan dengan maserasi pada suhu rendah. Sehingga perlu waktu yang lama, lebih dari 24 jam.

“Kami menggunakan akselerasi ultrasonikasi untuk mengekstraksi pigmen fikoeritrin. Ternyata metode ini dapat mempersingkat waktu ekstraksi empat kali lebih cepat serta konsentrasi pigmen yang dihasilkan 1,6 kali lebih tinggi dibandingkan dengan proses maserasi biasa (proses pemurnian sederhana dengan amonium sulfat menghasilkan indek kemurnian 1,2 (food grade). Indeks kemurnian ini masih dapat ditingkatkan untuk memperoleh indek kemurnian produk farmasi,” tutur dosen yang juga Ketua Departemen Teknologi Hasil Perairan, FPIK IPB University ini.

Masalah dan tantangan yang lain yang muncul pada industri refined carrageenan menurutnya adalah tingginya biaya proses pemurnian karaginan.

Pemurnian menggunakan alkohol akan menghasilkan mutu karaginan yang lebih baik dan harga yang lebih mahal.

Prof Uju mengatakan bahwa proses ini membutuhkan jumlah volume alkohol yang banyak. Yaitu 1,5 – 4 kali volume filtrat ekstrak rumput laut.

“Kami mencoba menerapkan proses mikrofiltrasi. Dan inovasi ini, kami dapat mengurangi penggunaan volume alkohol 4,5-12 kali sehingga biaya produksi untuk proses presipitasi dapat dikurangi. Proses mikrofiltrasi juga secara signifikan dapat meningkatkan kemurnian refined carrageenan. Gel yang dihasilkan pun menjadi lebih kuat dan dapat memenuhi standar yang ditetapkan oleh FAO-JECFA,” terangnya.
 
 
 
More Berita
 
1 . Pemprov NTB Harap Potensi Blue Food di Pantai Selatan Lombok di Dukung Pemerintah Pusat
  Senin, 26 Feb 2024-https://lombok.tribunnews.com/ - Terbaca 13 x
2 . Presiden Joko Widodo akan Datang ke Lombok 29 Februari, Pantau Proyek Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 20 Feb 2024-https://lombok.tribunnews.com/ - Terbaca 39 x
3 . Kredit Bibit untuk Petani
  Senin, 19 Feb 2024-Boedi, Irsyadi, Irna - Terbaca 54 x
4 . Indonesia Produsen Rumput Laut Terbesar ke-2 Dunia, AGAR Jalin Kemitraan dengan Petani
  Senin, 12 Feb 2024-https://lestari.kompas.com/ - Terbaca 80 x
5 . Musim Tanam Rumput Laut di Ujung Baji
  Rabu, 07 Feb 2024-Boedi Julianto, Irsyadi Siradjuddin & Irna Aswanti - Terbaca 75 x
6 . Larangan Ekspor Rumput Laut Bisa Jadi Bumerang yang Merugikan Industri
  Selasa, 06 Feb 2024-https://theconversation.com/ - Terbaca 104 x
7 . Kerjasama Petani dengan POSKO JASUDA
  Kamis, 01 Feb 2024-Boedi Julianto & Irna Aswanti - Terbaca 97 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Rumput Laut yang Terancam Punah
  Senin, 26 Feb 2024 - https://www.renovablesverdes.com/ - Terbaca 16 x
2 . Panen Rumput Laut dan Hidup Berkelanjutan Jadi Gaya Hidup Warga Ionia di Alaska
  Selasa, 20 Feb 2024 - https://www.voaindonesia.com/ - Terbaca 52 x
3 . 5 Cara Mudah Mengolah Rumput Laut yang Renyah dan Bebas Bau Amis
  Senin, 12 Feb 2024 - https://kumparan.com/ - Terbaca 78 x
4 . Mengolah Rumput Laut Spinosum menjadi Golden Seaweed
  Kamis, 01 Feb 2024 - Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 144 x
5 . Lagi Kontroversi, Ini Dia Fakta Unik Tentang Rumput Laut !
  Senin, 22 Jan 2024 - https://garut.urbanjabar.com/ - Terbaca 147 x
6 . Rumput Laut Goreng Tepung
  Senin, 15 Jan 2024 - https://lifestyle.pinhome.id/ - Terbaca 153 x
7 . Inovasi Berbasis Internet of Things untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan
  Senin, 18 Dec 2023 - https://fst.unair.ac.id/ - Terbaca 261 x
 
 
Untitled Document
 
 
 
 
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
 
 
Statistik Website
Visitors 663,963  Kali
Member JaSuDa 10,632 Org
Buku Promosi 809  lihat
Konsultasi Online 2764  lihat
 
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
 
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022.
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin