Untitled Document
Selasa , 16 April 2024 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Panen Rumput Laut dan Hidup Berkelanjutan Jadi Gaya Hidup Warga Ionia di Alaska
Selasa, 20 Feb 2024 - Sumber: https://www.voaindonesia.com/ - Terbaca 142 x - Baca: 15 Apr 2024
 
Warga Desa Ionia di Kasilof, Alaska, berupaya untuk hidup berkelanjutan dan kooperatif. Rumput laut merupakan komponen penting dari asupan mereka.

Sejumlah warga yang tinggal di Desa Ionia, di Kasilof, Alaska memanen rumput laut mereka di Homer. Salah seorang di antaranya Ann Ohn Bar.

"Satu hal yang saya sukai tentang hari memanen rumput laut, yang telah saya lakukan sejak masih anak-anak adalah hal itu menyatukan seluruh komunitas." katanya.

Agam Ohn-Bar, seorang warga lainnya, mengatakan, rumput laut merupakan sumber energi yang besar, yakni sumber energi nabati.

Eliza Eller, menjelaskan, Ionia yang dibentuk 30 tahun lalu seperti tempat bagi mereka untuk berlindung dengan aman. Sejumlah warganya pernah bertemu sebelumnya sewaktu bergabung dalam gerakan diet makrobiotik di Boston.

Diet makrobiotik adalah cara hidup yang memandu pilihan seseorang akan nutrisi, aktivitas dan gaya hidup. Ini merupakan gaya hidup yang mendorong keselarasan antara tubuh, pikiran dan planet.

Kata makrobiotik berasal dari bahasa Yunani. Makros berarti besar atau panjang, bios berarti hidup sedangkan thike artinya teknik atau seni. Pada dasarnya, mikrobiotik adalah “seni berumur panjang”.

Makanan yang disantap dalam diet ini antara lain adalah kacang-kacangan, biji-bijian utuh, sayuran dan sayuran daun hijau, makanan fermentasi, rumput laut, sayuran dan ikan laut.

Eliza mengungkapkan, ketika bertemu di Boston, mereka memiliki kesamaan yaitu sulit untuk berkembang dan bertahan di dunia modern. Jadi ia dan teman-temannya itu memutuskan untuk menciptakan sebuah desa kecil di mana warga menyantap makanan yang sederhana, terlibat langsung dengan alam, dan belajar bersikap lebih baik satu sama lain.

Dengan demikian, sesama warga dapat menerima dukungan yang diperlukan dan pada akhirnya menciptakan sebuah dunia yang lebih layak untuk ditinggali serta untuk membesarkan anak-anak mereka.

Eliza mengungkapkan asal mula terciptanya desa kecil Ionia.

"Kami memiliki impian tentang kampung di kawasan perdesaan. Namun kami adalah orang-orang yang terbiasa tinggal di kota besar. Kami tidak tahu cara mewujudkannya. Kami tidak memiliki uang," katanya.

"Kami mendengar ada lahan gratis di Alaska. Juga kami mendengar tentang Dana Permanen Alaska, yaitu sejumlah kecil uang untuk setiap orang yang diberikan setiap tahun. Beberapa di antara kami punya ide gila untuk pergi ke Alaska dan mencoba membangun homestead. Jadi saya seperti dipaksa untuk pindah ke tempat ini. Namun saya datang juga dan setelah beberapa tahun, saya mencintai tempat ini," imbuh Eliza.

Homestead yang disebut Eliza adalah tempat tinggal dan tanah yang diberikan oleh pemerintah, biasanya seluas 160 hektare bagi warga Amerika yang ingin menetap dan bertani di atas tanah tersebut selama sedikitnya lima tahun.

Namun tanah yang dimiliki Eliza Eller dan kelompoknya tidak diperoleh secara gratis. Mereka harus membayar uang muka sebesar 300 dolar dan cicilan sebesar 300 dolar setiap bulan.

Bagi warga Ionia, kehidupan menjadi berbeda dan terasa lebih menyenangkan. Setidaknya itu yang dikatakan Eliza.
 
 
 
More Berita
 
1 . Batok Kelapa Gantikan Plastik Sebagai Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 16 Apr 2024-Boedi S, Irsyadi S, Irna A - Terbaca 15 x
2 . Komoditas Rumput Laut Kaltim Tembus Pasar China
  Rabu, 10 Apr 2024-https://adakah.id/ - Terbaca 56 x
3 . Antusiasme Petani Takalar di Puncak Musim Tanam Rumput Laut Cottonii
  Jumat, 05 Apr 2024-Irsyadi Siradjuddin & Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 71 x
4 . Distribusi Film Dokumenter: Penelitian Rumput Laut Partisipatif di Sulawesi Selatan, Indonesia
  Senin, 01 Apr 2024-JaSuDa, WUR, dan UNHAS - Terbaca 82 x
5 . Tantangan Budidaya Rumput Laut Ramah Lingkungan di Sabu Raijua NTT, dari Pelampung hingga Tengkulak
  Senin, 01 Apr 2024-https://www.liputan6.com/ - Terbaca 77 x
6 . Pabrik Rumput Laut Solusi Harga Stabil
  Selasa, 26 Mar 2024-https://www.rri.co.id/ - Terbaca 107 x
7 . JaSuDa Fasilitasi Kegiatan Training Piloting Budidaya Udang Tambak Tradisional Plus di Sulsel
  Senin, 25 Mar 2024-Boedi Julianto, Irsyadi Siradjuddin, Irna Aswanti - Terbaca 72 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Rumput Laut Krispi
  Rabu, 10 Apr 2024 - https://cookpad.com/ - Terbaca 54 x
2 . 7 Daerah Penghasil Rumput Laut Terbesar di Indonesia
  Senin, 01 Apr 2024 - https://www.limakilo.id/ - Terbaca 99 x
3 . Cerita Sukses Kosmetik Rumput Laut dan Pelestari Terumbu Karang dari Nusa Penida
  Selasa, 26 Mar 2024 - https://www.mongabay.co.id/ - Terbaca 68 x
4 . Resep Sup Rumput Laut, Menu Diet Sehat untuk Buka Puasa dan Sahur
  Selasa, 19 Mar 2024 - https://jatim.tribunnews.com/ - Terbaca 86 x
5 . Mengenal 16 Jenis Rumput Laut di Indonesia dan Ciri-cirinya
  Selasa, 12 Mar 2024 - https://m.kumparan.com/ - Terbaca 125 x
6 . Rumput Laut Kamaribu
  Senin, 04 Mar 2024 - https://dprd-dkijakartaprov.go.id/ - Terbaca 90 x
7 . Rumput Laut yang Terancam Punah
  Senin, 26 Feb 2024 - https://www.renovablesverdes.com/ - Terbaca 174 x
 
 
Untitled Document
 
 
 
 
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
 
 
Statistik Website
Visitors 669,828  Kali
Member JaSuDa 10,638 Org
Buku Promosi 809  lihat
Konsultasi Online 2764  lihat
 
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
 
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022.
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin