Untitled Document
Rabu , 15 Juli 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Inovasi Plastik dari Rumput Laut dan Bisa Dimakan, Mau Coba?
Kamis, 20 Jun 2024 - Sumber: https://gensindo.sindonews.com/ - Terbaca 5757 x - Baca: 11 Jul 2026
 
JAKARTA - Sampah plastik telah menjadi isu global dekade belakangan. Jumlahnya telah melebihi kapasitas penguraiannya sehingga mengganggu habitat makhluk hidup liar maupun manusia.

Berdasarkan data worldbank.org, setiap harinya Indonesia menghasilkan 175 ribu ton sampah dan sekitar 14% atau 24.500 ton merupakan sampah plastik.

Menurut Penelitian Cepat Hotspot Bank Dunia Sampah Laut Indonesia, sebesar 20% sampah plastik di Indonesia berakhir di sungai dan perairan pesisir. Setiap 20 menit, setara dengan 10 ton truk bermuatan plastik dibuang ke perairan seluruh Indonesia.

Masih mengacu sumber yang sama, pada studi tahun 2015 menyatakan bahwa Indonesia adalah negara penyumbang plastik terbesar kedua di dunia di lautan. Jadi tidak heran, melihat fakta itu, plastik menjadi ancaman besar bagi isu lingkungan .

Selain menimbulkan masalah di sektor perairan, sampah plastik juga menyumbang andil dalam percepatan perubahan iklim. Saking pentingnya isu perubahan iklim sampai ada The Climate Clock di New York, Amerika Serikat.

Bicara soal sampah plastik, untungnya sudah banyak orang yang sadar dengan isu ini. Tak sedikit orang yang sudah menerapkan gaya hidup go green dengan memakai gelas dan sedotan berbahan dasar kertas maupun membawa tempat makan dan minuman dari rumah.

Selain alternatif pengemasan dengan kertas, ternyata ada inovasi lain. Salah stau perusahaan rintisan (start-up) London Notpla di Inggris, mereka memiliki inovasi pengemasan berbahan dasar rumput laut yang dibentuk menyerupai plastik bening.

Jadi plastik ini terbuat dari rumput laut yang dibudidayakan di Prancis Utara. Rumput lautnya dikeringkan dan digiling menjadi bubuk.

Kemudian Notpla mengolahnya dengan teknik yang masih dirahasiakan hingga menjadi cairan kental yang berwarna lusuh. Saat kering nanti cairan akan berubah menjadi zat seperti plastik

Inovasi ini dinilai sangat ramah lingkungan karena plastik notpla gampang terurai di alam. Hanya dalam 4-6 minggu, plastik kreasi Notpla ini sudah bisa terurai di alam. Jauh berbeda dibandingkan plastik sungguhan yang butuh waktu ratusan tahun untuk terurai.

Plastik Notpla bisa dikonsumsi, jadi aman untuk manusia atau hewan liar kalau termakan. Jelas bisa dimakan, karena bahan dasarnya rumput laut yang biasa ada dalam hidangan khas Negeri Sakura.

Gagasan kemasan dari rumput laut ini dianggap lebih efektif daripada menggunakan pati. Soalnya kalau pakai rumput laut jadi tidak membutuhkan banyak lahan dan waktu dalam pengolahannya.

Selain plastik berbahan dasar rumput laut, tampaknya perusahaan Notpla masih punya banyak gagasan produk ramah lingkungan lainnya.

Contohnya polong air yang bisa dimakan dan wadah makanan sekali pakai yang bebas dari bahan kimia dan sintesis serta dilapisi lapisan tahan air dan minyak.

MengutipBusiness Insider, dalam membuat wadah ramah lingkungan itu Notpla mengganti polylactic acid (PLA) dengan bahan alami.

“Jadi meskipun PLA itu masuk ke alam, tentunya akan terurai secara alami seperti buah dan sayuran,” kata Juno Wilson, manajer proyek dan bisnis Notpla.

Untuk harga, Notpla bersifat pribadi, tetapi prinsipnya menjual produk secara grosir ke perusahaan yang pelanggannya menghargai kredensial ramah lingkungannya.

Di Indonesia, sudah banyak yang mengembangkan ide plastik berbasis rumput laut ini, salah satunya Kementerian Perikanan dan Kelautan

Selain pemerintah, merek dagang Evoware asal Indonesia juga telah mendapat pengakuan internasional. Salah satu penghargaan yang diterima Evoware diberikan oleh The Ellen McArthur Foundation menjadikannya sebagai pemenang kontes Circular Design Challenge.

Jadi, bagaimana? Apakah kamu tertarik dengan plastik rumput laut ini? Atau kamu punya ide lainnya terkait masalah sampah plastik?
 
 
 
More Berita
 
1 . KKP Kucurkan Rp 9 Miliar untuk Budidaya Rumput Laut Karimunjawa
  Selasa, 14 Jul 2026-https://www.liputan6.com/ - Terbaca 20 x
2 . Tak Lagi Dijual Mentah, Rumput Laut Kendal Diolah Jadi Produk Bernilai Tinggi
  Rabu, 08 Jul 2026-https://jateng.jpnn.com/ - Terbaca 53 x
3 . CV Posko Jasuda Lakukan Penyortiran Ulva untuk Memenuhi Permintaan Mitra di Luar Sulawesi
  Rabu, 08 Jul 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 46 x
4 . CV Posko Jasuda Wakili Beneficiary UNIDO GQSP Indonesia pada UN MSME Day 2026
  Rabu, 08 Jul 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 45 x
5 . DKP Maluku Utara Salurkan 10 Ton Bibit Rumput Laut ke Taliabu, Produksi Diproyeksi Tembus Ribuan Ton
  Jumat, 03 Jul 2026-https://ternate.tribunnews.com/ - Terbaca 71 x
6 . Rumput Laut Andalan Ekonomi Kelautan Sulawesi Selatan, Luwu Terbanyak, Pabrik Terbesar di Pinrang
  Rabu, 24 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 109 x
7 . CV POSKO Jasuda Kembangkan Budidaya Rumput Laut Cottonii untuk Mendorong Kesejahteraan Masyarakat
  Rabu, 24 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 92 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . FIKP Unhas Edukasi Nelayan Bulukumba tentang Pengayaan Bibit Rumput Laut
  Selasa, 14 Jul 2026 - https://makassar.antaranews.com/ - Terbaca 16 x
2 . SWRO untuk Budidaya Rumput Laut: Solusi Air Bersih di Wilayah Pesisir
  Rabu, 08 Jul 2026 - https://www.supplierfilterair.com/ - Terbaca 46 x
3 . Metode Budidaya Rumput Laut yang Tepat Tingkatkan Produktivitas Kappaphycus alvarezii
  Jumat, 03 Jul 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 65 x
4 . Ayam Udang Gulung Nori (Frozen)
  Rabu, 24 Jun 2026 - https://cookpad.com/ - Terbaca 91 x
5 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 154 x
6 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 146 x
7 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 154 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,654,627 Kali
Member JaSuDa 10,774 Org
Buku Promosi 810 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin