Untitled Document
Rabu , 24 Juli 2024 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Inovasi Plastik dari Rumput Laut dan Bisa Dimakan, Mau Coba?
Kamis, 20 Jun 2024 - Sumber: https://gensindo.sindonews.com/ - Terbaca 325 x - Baca: 24 Jul 2024
 
JAKARTA - Sampah plastik telah menjadi isu global dekade belakangan. Jumlahnya telah melebihi kapasitas penguraiannya sehingga mengganggu habitat makhluk hidup liar maupun manusia.

Berdasarkan data worldbank.org, setiap harinya Indonesia menghasilkan 175 ribu ton sampah dan sekitar 14% atau 24.500 ton merupakan sampah plastik.

Menurut Penelitian Cepat Hotspot Bank Dunia Sampah Laut Indonesia, sebesar 20% sampah plastik di Indonesia berakhir di sungai dan perairan pesisir. Setiap 20 menit, setara dengan 10 ton truk bermuatan plastik dibuang ke perairan seluruh Indonesia.

Masih mengacu sumber yang sama, pada studi tahun 2015 menyatakan bahwa Indonesia adalah negara penyumbang plastik terbesar kedua di dunia di lautan. Jadi tidak heran, melihat fakta itu, plastik menjadi ancaman besar bagi isu lingkungan .

Selain menimbulkan masalah di sektor perairan, sampah plastik juga menyumbang andil dalam percepatan perubahan iklim. Saking pentingnya isu perubahan iklim sampai ada The Climate Clock di New York, Amerika Serikat.

Bicara soal sampah plastik, untungnya sudah banyak orang yang sadar dengan isu ini. Tak sedikit orang yang sudah menerapkan gaya hidup go green dengan memakai gelas dan sedotan berbahan dasar kertas maupun membawa tempat makan dan minuman dari rumah.

Selain alternatif pengemasan dengan kertas, ternyata ada inovasi lain. Salah stau perusahaan rintisan (start-up) London Notpla di Inggris, mereka memiliki inovasi pengemasan berbahan dasar rumput laut yang dibentuk menyerupai plastik bening.

Jadi plastik ini terbuat dari rumput laut yang dibudidayakan di Prancis Utara. Rumput lautnya dikeringkan dan digiling menjadi bubuk.

Kemudian Notpla mengolahnya dengan teknik yang masih dirahasiakan hingga menjadi cairan kental yang berwarna lusuh. Saat kering nanti cairan akan berubah menjadi zat seperti plastik

Inovasi ini dinilai sangat ramah lingkungan karena plastik notpla gampang terurai di alam. Hanya dalam 4-6 minggu, plastik kreasi Notpla ini sudah bisa terurai di alam. Jauh berbeda dibandingkan plastik sungguhan yang butuh waktu ratusan tahun untuk terurai.

Plastik Notpla bisa dikonsumsi, jadi aman untuk manusia atau hewan liar kalau termakan. Jelas bisa dimakan, karena bahan dasarnya rumput laut yang biasa ada dalam hidangan khas Negeri Sakura.

Gagasan kemasan dari rumput laut ini dianggap lebih efektif daripada menggunakan pati. Soalnya kalau pakai rumput laut jadi tidak membutuhkan banyak lahan dan waktu dalam pengolahannya.

Selain plastik berbahan dasar rumput laut, tampaknya perusahaan Notpla masih punya banyak gagasan produk ramah lingkungan lainnya.

Contohnya polong air yang bisa dimakan dan wadah makanan sekali pakai yang bebas dari bahan kimia dan sintesis serta dilapisi lapisan tahan air dan minyak.

MengutipBusiness Insider, dalam membuat wadah ramah lingkungan itu Notpla mengganti polylactic acid (PLA) dengan bahan alami.

“Jadi meskipun PLA itu masuk ke alam, tentunya akan terurai secara alami seperti buah dan sayuran,” kata Juno Wilson, manajer proyek dan bisnis Notpla.

Untuk harga, Notpla bersifat pribadi, tetapi prinsipnya menjual produk secara grosir ke perusahaan yang pelanggannya menghargai kredensial ramah lingkungannya.

Di Indonesia, sudah banyak yang mengembangkan ide plastik berbasis rumput laut ini, salah satunya Kementerian Perikanan dan Kelautan

Selain pemerintah, merek dagang Evoware asal Indonesia juga telah mendapat pengakuan internasional. Salah satu penghargaan yang diterima Evoware diberikan oleh The Ellen McArthur Foundation menjadikannya sebagai pemenang kontes Circular Design Challenge.

Jadi, bagaimana? Apakah kamu tertarik dengan plastik rumput laut ini? Atau kamu punya ide lainnya terkait masalah sampah plastik?
 
 
 
More Berita
 
1 . Rumput Laut Kering Banyak Dicari
  Senin, 22 Jul 2024-https://news.solopos.com/ - Terbaca 42 x
2 . Tuntut Harga Rumput Laut Naik
  Selasa, 16 Jul 2024-https://korankaltara.com/ - Terbaca 86 x
3 . Metode Penjemuran Rumput Laut
  Selasa, 09 Jul 2024-Boedi J, Irsyadi S, Irna A - Terbaca 156 x
4 . Potensi Rumput Laut Tropis Indonesia Terbesar di Dunia
  Senin, 08 Jul 2024-https://www.rri.co.id/ - Terbaca 207 x
5 . Rumput Laut untuk Kesejahteraan dan Kelestarian Lingkungan
  Kamis, 04 Jul 2024-Boedi Julianto & Irna Aswanti - Terbaca 209 x
6 . Harga Rumput Laut Anjlok, Ekonom Minta Pemerintah Ikut Andil
  Selasa, 02 Jul 2024-https://benuanta.co.id/ - Terbaca 258 x
7 . Kualitas Rumput Laut yang Baik
  Jumat, 28 Jun 2024-Boedi Julianto & Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 223 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Menstruasi Tanpa Khawatir “Bocor” dengan Pembalut Rumput Laut
  Senin, 22 Jul 2024 - https://pukulenam.id/ - Terbaca 32 x
2 . Mahasiswa UNAIR Miliki 2 Perusahaan Bidang Budidaya Rumput Laut Gracilaria
  Selasa, 16 Jul 2024 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 84 x
3 . Gelas Bisa Dimakan" Inovasi Ello Jello Ramah Lingkungan dari Rumput Laut
  Senin, 08 Jul 2024 - https://www.kompasiana.com/ - Terbaca 199 x
4 . Hilirisasi, Kunci Menyulap Rumput Laut Jadi Biofuel Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id deng
  Selasa, 02 Jul 2024 - https://katadata.co.id/ - Terbaca 495 x
5 . Pudding Rumput Laut
  Rabu, 26 Jun 2024 - https://lifestyle.pinhome.id/ - Terbaca 245 x
6 . Es Rumput Laut
  Selasa, 11 Jun 2024 - https://www.briliofood.net/ - Terbaca 478 x
7 . Olahan Rumput Laut Dibuat Urap dan Lalapan
  Kamis, 06 Jun 2024 - https://banten.inews.id/ - Terbaca 436 x
 
 
Untitled Document
 
 
 
 
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
 
 
Statistik Website
Visitors 737,786  Kali
Member JaSuDa 10,658 Org
Buku Promosi 809  lihat
Konsultasi Online 2764  lihat
 
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
 
 
 
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022.
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin