
JaSuDa kembali berkolaborasi dengan Wageningen University and Research, Universitas Hasanuddin dan Petani Rumput Laut di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Takalar. Kolaborasi tersebut yaitu melakukan uji coba tiga metode tanam yang berbeda, seperti Longline, Cagenet, dan Tubenet. Hasil temuan dalam uji coba tersebut di disseminasi melalui half-day participatory workshop on-farm seaweed experiments.
Tujuan utama dari workshop ini adalah dua hal. Pertama, untuk mempresentasikan hasil penelitian uji coba di lapangan yang telah dilakukan di berbagai lokasi budidaya rumput laut di Sulawesi Selatan. Penelitian ini mencakup analisis komprehensif terhadap tiga metode tanam yang berbeda, yaitu Longline, Cagenet, dan Tubenet, yang dilakukan oleh tim dari Wageningen University. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode tanam yang paling efektif dalam meningkatkan hasil panen dan kualitas rumput laut.
Kedua, workshop ini juga bertujuan untuk mendapatkan masukan langsung dari para peserta workshop, terutama dari para petani dan pelaku industri rumput laut. Melalui sesi diskusi interaktif, peserta workshop diajak untuk berbagi pengalaman, tantangan, dan pandangan mereka terkait praktik budidaya yang telah diterapkan. Masukan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan penting dalam penyusunan rekomendasi kebijakan dan pengembangan strategi budidaya yang lebih baik di masa depan.
Pemaparan hasil penelitian dilakukan oleh Tim Wageningen University, yaitu Pepijn van oort. Pada saat pemaparan materi, ditunjukkan perbandingan hasil penelitian antara tahun 2023 dan di tahun 2024. Letak perbedaan dari kedua penelitian tersebut yaitu waktu mulai penelitiannya. Pada tahun 2023, uji coba dilakukan pada bulan Oktober - November. Sedangkan pada tahun 2024, uji coba dilakukan pada bulan Maret - Juni.
Dari hasil kedua penelitian tersebut, ditemukan bahwa dengan menanam lebih awal, akan menghasilkan jumlah panen yang besar serta kualitas rumput laut yang baik. Sedangkan, jika penanaman dilakukan di akhir, hasil panen yang dihasilkan cenderung menurun dan rumput laut memiliki kualitas yang kurang baik dikarenakan terserang ice-ice. Selain itu juga, untuk hasil penelitian di tahun 2024 yang telah dilakukan, ditemukan bahwa penggunaan metode Longline terbukti lebih efektif dibandingkan dengan Cagenet dan Tubenet.
Workshop yang dilaksanakan pada hari Senin, 12 Agustus 2024 dihadiri sekitar 50 peserta yang terdiri dari WUR, UNHAS, Dinas Kelautan dan Perikanan Takalar, Petani Galesong Utara, Petani Ujung Baji dan Petani Takalar Lama yang di mana peserta petani terdiri dari Bapak Petani dan Ibu Pengikat Rumput Laut.
Dalam upaya memperkuat penelitian dan pengembangan rumput laut, JaSuDa secara aktif membuka pintu untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk institusi internasional, akademisi, peneliti, pemerintah, dan komunitas petani. Melalui inisiatif ini, JaSuDa dapat memperluas jangkauan penelitiannya, serta mempromosikan praktik budidaya rumput laut yang ramah lingkungan dan ekonomis.