Untitled Document
Minggu , 26 Juli 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Rumput Laut Sanggup Kurangi Emisi Metana dari Sapi?
Rabu, 19 Feb 2025 - Sumber: https://nationalgeographic.grid.id/ - Terbaca 1324 x - Baca: 23 Jul 2026
 
Ilmuwan di fasilitas pertumbuhan rumput laut CH4 Global di Ocean Beach Aquaculture Hub, Brent Jackson, mengungkapkan bahwa rumput laut Asparagopsis utuh mengandung bromoform, sebuah bahan aktif yang memiliki potensi besar sebagai penghambat produksi metana.

Senyawa ini, menurut Jackson, mampu mengurangi metana yang dihasilkan oleh sapi hingga 90 persen, sebuah angka yang sangat signifikan dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor peternakan.

Fasilitas ini memanfaatkan puluhan bejana aerasi besar yang terletak di lokasi bekas Bluff Freezing Works untuk membudidayakan rumput laut Asparagopsis.

"Awalnya kami mulai menanamnya di lepas pantai, tetapi dengan pertanian berbasis darat, kondisinya terkendali, mudah diukur, konsisten, dan andal," ungkap Jackson, seperti dilansir laman Radio New Zealand.

Setelah dipanen, rumput laut tersebut tidak langsung digunakan. Melainkan, rumput laut dibekukan dan dikeringkan beku terlebih dahulu, sebelum akhirnya dikirim ke fasilitas CH4 lainnya yang terletak di Australia Selatan. Di fasilitas ini, rumput laut akan mengalami proses formulasi lebih lanjut.

Mereka akan menambahkan molase, yang selain memberikan sedikit rasa pada produk akhir, juga berperan penting dalam membantu mempertahankan kandungan bromoform yang ada di dalam rumput laut.

Selain itu, proses pencampuran dan pengenceran juga akan dilakukan untuk mendapatkan konsentrasi bromoform yang diinginkan, sehingga menghasilkan produk yang efektif dan aman untuk digunakan sebagai suplemen pakan ternak.

Jackson menambahkan bahwa penggunaan suplemen rumput laut ini sangat mudah. Sapi hanya membutuhkan sekitar 50 gram suplemen per hari. Petani pun tidak perlu repot dalam memberikan suplemen ini kepada ternak mereka, karena mereka hanya perlu mencampurkan produk tersebut, yang berbentuk seperti bubuk ungu, ke dalam pakan ternak.

"Saat ini ditujukan untuk sapi yang dikurung di lahan penggemukan. Cara pemberian pakan sapi perah sedikit berbeda. Jadi mungkin satu atau dua dosis sehari saat mereka datang untuk diperah," papar Jackson.

Bagaimana cara kerjanya?

"Di dalam usus, terdapat bakteri yang mengubah asam lemak, atau produk sampingan dari asam lemak, menjadi metana dan (suplemen) ini menghambat proses tersebut, sehingga tidak ada metana yang dihasilkan," jelas Jackson.

Jadi, alih-alih menghasilkan metana, bakteri di dalam usus sapi akan menghasilkan senyawa lain yang tidak berbahaya bagi lingkungan.

Proses penghambatan metana ini ternyata tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada efisiensi pakan ternak. Ketika produksi metana berkurang, sapi akan mengeluarkan lebih sedikit energi.

Hal ini berarti bahwa peternak tidak perlu memberikan pakan sebanyak biasanya karena energi yang seharusnya terbuang menjadi metana sekarang tersimpan dalam tubuh sapi.

Salah satu perusahaan yang mengembangkan produk semacam ini adalah CH4 Global. Mereka telah menjual produk Methane Tamer mereka kepada peternak sapi di Australia. Namun, ada kendala yang dihadapi di Selandia Baru terkait dengan regulasi.

Di Selandia Baru, bahan aktif yang digunakan dalam suplemen ini, yaitu Asparagopsis, atau bromoform dalam Asparagopsis, saat ini digolongkan sebagai obat hewan.

Oleh karena itu, rumput laut ini perlu diklasifikasikan ulang sebagai suplemen pakan ternak agar peternak dapat mengakses produk alami penurun metana ini. CH4 Global, yang berbasis di Nevada dan didirikan pada tahun 2018, sangat yakin bahwa perubahan klasifikasi ini akan segera terjadi.

"Kami memiliki banyak orang di pemerintahan yang sangat tertarik untuk menggerakkan ini dan memasukkannya ke pasar di sini," kata Jackson.

Seorang ilmuwan produksi juga menyoroti dampak besar dari pekerjaan ini. Ia mengatakan bahwa seringkali orang lupa betapa pentingnya upaya ini.

"Ketika Anda memikirkan tentang iklim dan berapa banyak metana yang dihasilkan oleh sapi, bahkan jika Anda hanya memberikan ini ke sebagian kecil dari 1,5 miliar sapi di dunia, itu akan memiliki dampak yang sangat besar," pungkas Jackson.
 
 
 
More Berita
 
1 . Peneliti JASUDA Promosikan Pemanfaatan Ulva sebagai Pangan Lokal Bernilai Tinggi
  Kamis, 23 Jul 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 24 x
2 . PAIR Sulawesi Gandeng PT. JASUDA Dorong Hilirisasi Rumput Laut, Ulva Kini Bernilai Ekonomi
  Rabu, 22 Jul 2026-Dian Maya Sari - Terbaca 38 x
3 . CV POSKO JASUDA: Solusi Jasa Pengiriman Sampel Rumput Laut ke Pasar Global
  Jumat, 17 Jul 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 73 x
4 . KKP Kucurkan Rp 9 Miliar untuk Budidaya Rumput Laut Karimunjawa
  Selasa, 14 Jul 2026-https://www.liputan6.com/ - Terbaca 80 x
5 . Tak Lagi Dijual Mentah, Rumput Laut Kendal Diolah Jadi Produk Bernilai Tinggi
  Rabu, 08 Jul 2026-https://jateng.jpnn.com/ - Terbaca 93 x
6 . CV Posko Jasuda Lakukan Penyortiran Ulva untuk Memenuhi Permintaan Mitra di Luar Sulawesi
  Rabu, 08 Jul 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 79 x
7 . CV Posko Jasuda Wakili Beneficiary UNIDO GQSP Indonesia pada UN MSME Day 2026
  Rabu, 08 Jul 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 69 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Rumput Laut Homemade
  Rabu, 22 Jul 2026 - https://cookpad.com/ - Terbaca 32 x
2 . FIKP Unhas Edukasi Nelayan Bulukumba tentang Pengayaan Bibit Rumput Laut
  Selasa, 14 Jul 2026 - https://makassar.antaranews.com/ - Terbaca 65 x
3 . SWRO untuk Budidaya Rumput Laut: Solusi Air Bersih di Wilayah Pesisir
  Rabu, 08 Jul 2026 - https://www.supplierfilterair.com/ - Terbaca 71 x
4 . Metode Budidaya Rumput Laut yang Tepat Tingkatkan Produktivitas Kappaphycus alvarezii
  Jumat, 03 Jul 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 94 x
5 . Ayam Udang Gulung Nori (Frozen)
  Rabu, 24 Jun 2026 - https://cookpad.com/ - Terbaca 125 x
6 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 178 x
7 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 167 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,656,043 Kali
Member JaSuDa 10,774 Org
Buku Promosi 810 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin