Untitled Document
Minggu , 08 Maret 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Komoditas Rumput Laut Bernilai Puluhan Triliun. Gen Z Bisa Meningkatkan Potensinya
Senin, 23 Feb 2026 - Sumber: https://theconversation.com/ - Terbaca 120 x - Baca: 08 Mar 2026
 
● Sektor komoditas rumput laut dihadapkan pada masalah minimnya regenerasi.
● Budi daya rumput laut kerap dianggap kuno, kaum muda lebih memilih pekerjaan lain.
● Padahal ada potensi besar di bisnis rumput laut.

Sebagai negara maritim, potensi rumput laut Indonesia merupakan salah satu yang terbesar dunia. Varian rumput laut seperti Kappaphycus, Eucheuma, dan Gracillaria Indonesia menyumbang porsi besar dalam perdagangan dunia.

Hal ini tak lepas dari tingginya permintaan global untuk memenuhi hilirisasi komoditas rumput laut seperti kosmetik, bioplastik, hingga bioenergi. Wakil Presiden Gibran Rakabuming juga sempat menekankan pentingnya pengolahan rumput laut di Indonesia yang nilai ekonominya amat menjanjikan.

Namun di balik potensi tersebut, terdapat tantangan serius. Layaknya sektor pertanian pada umumnya, pelaku usaha rumput laut juga menghadapi masalah regenerasi.

Mayoritas petani rumput laut saat ini sudah memasuki usia senja. Sementara minat generasi muda untuk terjun ke sektor ini relatif rendah. Jika tren ini terus berlanjut, Indonesia berisiko kehilangan momentum sebagai kekuatan utama dalam industri rumput laut global.
Padahal, ekonomi biru yang menekankan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan rumput laut bisa jadi sektor yang cukup menjanjikan. Terlebih ruang untuk memperkaya sektor ini dengan pendekatan green jobs juga masih terbuka lebar.

Butuh sentuhan modern dari Gen Z
Masyarakat kerap menganggap budi daya rumput laut sebagai pekerjaan kuno yang jauh dari nilai prestise modern.

Padahal rumput laut adalah komoditas strategis untuk meredam perubahan iklim. Rumput laut menyerap karbon dan menjaga keseimbangan nutrisi (eutrofikasi) perairan.

Per 2024, bisnis yang dinilai kuno ini bisa menghasilkan omzet Rp24,2 triliun. Tentunya realisasi tersebut bisa berlipat ganda jika mendapat sentuhan digital dan produksi industri turunan yang modern.

Di sisi produksi, modal untuk membudidayakan rumput laut bisa lebih sedikit dari sektor pertanian karena tidak membutuhkan lahan, pakan, pupuk kimia, maupun air tawar dalam jumlah besar.

Jika peluang ini mendapatkan sentuhan kaum muda yang melek digital, budi daya rumput laut bisa menciptakan nilai lebih besar lagi.

Misalnya, melalui pemaduan budi daya dengan platform pemasaran daring, sistem monitoring dan pengawasan (traceability), dan teknologi finansial (financial technology), sektor ini bertransformasi menjadi sebuah industri modern.

Penerapan konsep budi daya pintar (smart aquaculture) yang mencakup penggunaan sensor kualitas air, pemantauan berbasis satelit, aplikasi manajemen produksi, hingga analitik berbasis akal imitasi (AI) bisa meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi risiko kegagalan panen.

Digitalisasi juga terbukti bisa memperpendek rantai distribusi dan memungkinkan petani memperoleh harga lebih adil.

Membangun jalur karier dan ekosistem
Untuk menggugah minat generasi muda, budi daya rumput laut harus dilihat sebagai pintu masuk menuju berbagai profesi menarik mulai dari teknik budi daya perairan, analis kualitas, pengusaha pengolahan, hingga inovator produk berbasis laut.

Sebelum itu, perlu ada pembenahan sistem pendidikan sektor perikanan dan kelautan yang belum sepenuhnya terhubung dengan kebutuhan industri di lapangan.

Saat ini banyak lulusan sekolah vokasi maupun perguruan tinggi kelautan dan perikanan minim pengalaman praktis dalam manajemen budidaya, pengolahan, atau kewirausahaan berbasis rumput laut. Alhasil, mereka memilih profesi di luar sektornya.

Intensifikasi pendekatan pembelajaran model TEFA (teaching factory), magang industri, serta inkubator bisnis berbasis kampus dapat menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik.

Kita bahkan membutuhkan narasi baru bahwa petani rumput laut bukan sekadar produsen bahan mentah. Mereka adalah aktor penting dalam rantai ekonomi hijau global yang bisa menghasilkan banyak cuan.

Kawasan produksi yang terhubung dengan industri pengolahan, pusat riset, logistik, dan pasar ekspor, akan ekosistem yang memberikan kepastian permintaan dan peluang berkembang.

Keterhubungan ini juga mendorong lahirnya inovasi-inovasi usaha seperti startup maritim dan industri kreatif berbasis rumput laut, memperluas spektrum pekerjaan bagi generasi muda.

Bagi Gen Z yang dikenal memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan, framing ini dapat menjadi daya tarik kuat. Cita-cita ini bisa didapatkan jika ekosistem dan penciptaan tenaga ahli yang sesuai kebutuhan di lapangan bisa dipenuhi.

Konsistensi kebijakan pemerintah
Regenerasi pelaku usaha rumput laut berkaitan erat dengan agenda besar bangsa, termasuk pemanfaatan bonus demografi dan visi Indonesia Emas 2045. Negara perlu menempatkan sektor ini sebagai prioritas strategis dalam kebijakan kelautan dan industri hijau.

Namun orasi politis saja takkan bisa mengubah keadaan ini. Pemerintah juga perlu mengurai sederet hambatan struktural yang ada saat ini.

Banyak calon pelaku usaha muda menghadapi kesulitan memperoleh pembiayaan, terutama karena lembaga keuangan masih menganggap sektor perikanan berisiko tinggi. Skema kredit sering tidak ramah bagi pemula yang belum memiliki agunan atau rekam jejak usaha.

Langkah konkret lanjutan dapat mencakup integrasi rumput laut dalam strategi bioekonomi nasional, pemberian insentif bagi industri pengolahan, serta perlindungan harga melalui mekanisme stabilisasi pasar.

Negara juga perlu hadir melalui kebijakan pembiayaan inovatif, seperti kredit berbunga rendah, dana bergulir, atau pembiayaan campuran (blended finance) yang melibatkan sektor publik dan swasta.

Kepastian ruang usaha turut menjadi isu krusial. Penataan ruang laut yang transparan dan berbasis data juga penting agar generasi muda memiliki rasa aman untuk berinvestasi jangka panjang. Konflik pemanfaatan pesisir antara budi daya, pariwisata, pertambangan, dan infrastruktur kerap memicu ketidakpastian investasi.

Regenerasi bukan sekadar pergantian usia pelaku usaha, melainkan proses membangun paradigma baru tentang kerja maritim yang modern, berkelanjutan, dan membanggakan.

Jika ekosistem ini berhasil dibangun, maka Gen Z tidak hanya akan menjadi pelaku ekonomi, tetapi juga penjaga laut masa depan menghubungkan tradisi bahari Indonesia dengan inovasi global, serta memastikan bahwa kekayaan biru bangsa tetap memberi manfaat bagi generasi yang akan datang.
 
 
 
More Berita
 
1 . PT. Jasuda dan CV. Posko Jasuda Tingkatkan Kolaborasi Industri dan Akademisi
  Jumat, 06 Mar 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 25 x
2 . Berproses, Tarakan Bidik Hilirisasi Rumput Laut Tanpa Sisa
  Senin, 02 Mar 2026-https://radartarakan.jawapos.com/ - Terbaca 60 x
3 . Pengiriman Ulva sebagai Bahan Baku Produksi
  Selasa, 24 Feb 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 102 x
4 . RI Bangun Pusat Riset Rumput Laut di Lombok, Target Jadi Sentral Dunia
  Kamis, 19 Feb 2026-https://www.idntimes.com/ - Terbaca 112 x
5 . CV Posko Jasuda Jalani Audit Perpanjangan SKP, Tegaskan Komitmen terhadap Standar Mutu
  Jumat, 13 Feb 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 126 x
6 . Popularitas Budaya Korea Picu Kenaikan Harga Rumput Laut Kering
  Kamis, 05 Feb 2026-https://fin.co.id/ - Terbaca 179 x
7 . PT JASUDA Ikuti Rapat Koordinasi Mitra Pendamping Program Hilirisasi Riset Tahun 2026
  Kamis, 29 Jan 2026-Dian Maya Sari & Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 219 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Manfaat Jelly Berbahan Rumput Laut untuk Berbuka, Dukung Asupan Serat Selama Ramadan
  Senin, 02 Mar 2026 - https://lifestyle.bisnis.com/ - Terbaca 57 x
2 . “Rumput Laut + Magnet + Biomassa E. coli” untuk Menangkap Tetrasiklin dari Air
  Senin, 23 Feb 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 96 x
3 . Rumput Laut sebagai Detoksifikasi Kromium di Area Pesisir
  Kamis, 19 Feb 2026 - https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/ - Terbaca 114 x
4 . Kimbap Goreng Rumput Laut Korea
  Kamis, 05 Feb 2026 - https://cookpad.com/ - Terbaca 169 x
5 . Pangan Berbasis Rumput Laut Mulai Dilirik Masyarakat
  Senin, 26 Jan 2026 - https://www.tvonenews.com/ - Terbaca 219 x
6 . Udang Cincang Seaweed
  Senin, 19 Jan 2026 - https://cookpad.com/ - Terbaca 274 x
7 . Pengolahan Agar-Agar Rumput Laut
  Rabu, 14 Jan 2026 - https://davidaup39.blogspot.com/ - Terbaca 371 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,623,968 Kali
Member JaSuDa 10,748 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin