Untitled Document
Selasa , 14 Juli 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Berproses, Tarakan Bidik Hilirisasi Rumput Laut Tanpa Sisa
Senin, 02 Mar 2026 - Sumber: https://radartarakan.jawapos.com/ - Terbaca 300 x - Baca: 13 Jul 2026
 
TARAKAN – Besarnya potensi rumput laut di Kota Tarakan membuat komoditi ini sempat diandalkan dalam mendokrak perekonomian masyarakat dan pendapatan daerah. Meski demikian, terus jatuhnya harga rumput laut membuat komoditi ini terus mengalami penurunan. Sehingga diperlukan terobosan pemerintah dalam membangkitkan antusias para petani rumput laut dalam meningkatkan penghasilannya.

Kepala Bidang Budidaya Perikanan, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan pada Dinas Perikanan (DPK) Tarakan, Husna Ersant Dirgantara menerangkan, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan sedang mengupayakan hilirisasi rumput laut. Tidak tanggung-tanggung, bahkan bentuk hilirisasi tersebut sampai menjadikan limbah pengolahan menjadi rupiah untuk dijual.

"Kami mulai mengarah pada model industri tanpa limbah. Di tengah keterbatasan fasilitas pengolahan kimia di daerah, Dinas Perikanan membuka peluang kerja sama dengan investor yang siap menanamkan modal besar demi mengolah seluruh bagian rumput laut menjadi produk turunan bernilai ekonomi," ujarnya, Kamis (26/2).

Diakuinya, sebelumnya pemerintah ingin mengembangkan pengolahan rumput laut dalam bentuk chip. Hanya saja pengolahan tersebut sulit dilakukan lantaran membutuhkan proses kimia yang tidak sederhana. Sehingga kendala tersebut membuat pemerintah mencari alternatif lain.

“Kalau bentuk chip itu perlu pengolahan secara kimia, seperti penggunaan KOH dan bahan lainnya. Untuk menetralkannya juga harus menggunakan bahan kimia. Di Jawa itu sudah ada perusahaan yang memang khusus mengolah limbahnya. Kalau di sini belum ada,” katanya.

"Ketiadaan fasilitas pengolahan limbah kimia di Tarakan menjadi tantangan tersendiri. Kalau limbah harus dikirim ke luar daerah, biaya operasional akan membengkak, otomatis perlu biaya cukup besar. Investasinya juga tidak kecil. Waktu kami ke PT Belgi, investasi mereka hanya untuk pengolahan limbah saja sampai Rp 100 miliar,” sambungnya.

Meski demikian, peluang tetap terbuka. Husna menyebut ada perusahaan yang berencana membangun pabrik di Tarakan dengan konsep pengolahan berbeda, bukan dalam bentuk chip, melainkan produk turunan cair.

“Dia bukan chip. Dia dalam bentuk cairan. Jadi rumput laut itu dipres, diambil airnya. Airnya itu nanti diolah lagi,” jelasnya.

Menurutnya, cairan hasil perasan tersebut dapat diolah menjadi biofuel atau bahan bakar nabati. Sementara itu, ampas hasil perasan tidak dibuang begitu saja. Ampas dikeringkan, lalu dicacah menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk sektor pertanian.

“Airnya itu untuk biofuel. Semacam biosolar, tapi ini dari rumput laut, bukan dari sawit. Ampasnya dijemur, setelah kering dicacah halus jadi pupuk organik. Itu bisa untuk sayuran dan pertanian. Jadi tidak ada yang terbuang,” terangnya.

Ia mencontohkan, model pengolahan seperti ini sudah berjalan di Bali. Rencananya, jika pabrik berdiri di Tarakan, produk tetap akan dikirim terlebih dahulu ke Bali sebelum diekspor. “Rencananya bangun pabrik di sini. Tapi untuk ekspor belum bisa langsung. Nanti dikirim dulu ke Bali, baru dari sana ekspor,” jelasnya.

Husna juga meluruskan perbedaan antara pengolahan menjadi tepung dan model pres cair tersebut. Menurutnya, jika dijadikan tepung, sari utama rumput laut sudah diambil pada tahap awal. “Kalau tepung, itu yang diambil sarinya. Sedangkan kalau sistem pres ini, setelah airnya diambil, sisanya memang ampas dan itu yang dijadikan pupuk,” katanya.

Terkait harga produk dan nilai ekonominya, Husna mengaku belum mengetahui secara rinci karena merupakan ranah perusahaan. Namun ia optimistis, hilirisasi tanpa limbah ini dapat memberi nilai tambah bagi petani rumput laut di Tarakan. Ia menambahkan, budidaya rumput laut di Tarakan telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir, setidaknya sejak 2020, dengan dinamika produksi yang terus dievaluasi pemerintah daerah.

"Dengan konsep industri terpadu tersebut, diharapkan Tarakan tidak hanya menjadi daerah penghasil bahan mentah, tetapi mampu bergerak ke arah pengolahan lanjutan yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi," pungkasnya.
 
 
 
More Berita
 
1 . KKP Kucurkan Rp 9 Miliar untuk Budidaya Rumput Laut Karimunjawa
  Selasa, 14 Jul 2026-https://www.liputan6.com/ - Terbaca 17 x
2 . Tak Lagi Dijual Mentah, Rumput Laut Kendal Diolah Jadi Produk Bernilai Tinggi
  Rabu, 08 Jul 2026-https://jateng.jpnn.com/ - Terbaca 53 x
3 . CV Posko Jasuda Lakukan Penyortiran Ulva untuk Memenuhi Permintaan Mitra di Luar Sulawesi
  Rabu, 08 Jul 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 46 x
4 . CV Posko Jasuda Wakili Beneficiary UNIDO GQSP Indonesia pada UN MSME Day 2026
  Rabu, 08 Jul 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 45 x
5 . DKP Maluku Utara Salurkan 10 Ton Bibit Rumput Laut ke Taliabu, Produksi Diproyeksi Tembus Ribuan Ton
  Jumat, 03 Jul 2026-https://ternate.tribunnews.com/ - Terbaca 71 x
6 . Rumput Laut Andalan Ekonomi Kelautan Sulawesi Selatan, Luwu Terbanyak, Pabrik Terbesar di Pinrang
  Rabu, 24 Jun 2026-https://pelakita.id/ - Terbaca 108 x
7 . CV POSKO Jasuda Kembangkan Budidaya Rumput Laut Cottonii untuk Mendorong Kesejahteraan Masyarakat
  Rabu, 24 Jun 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 92 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . FIKP Unhas Edukasi Nelayan Bulukumba tentang Pengayaan Bibit Rumput Laut
  Selasa, 14 Jul 2026 - https://makassar.antaranews.com/ - Terbaca 14 x
2 . SWRO untuk Budidaya Rumput Laut: Solusi Air Bersih di Wilayah Pesisir
  Rabu, 08 Jul 2026 - https://www.supplierfilterair.com/ - Terbaca 46 x
3 . Metode Budidaya Rumput Laut yang Tepat Tingkatkan Produktivitas Kappaphycus alvarezii
  Jumat, 03 Jul 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 65 x
4 . Ayam Udang Gulung Nori (Frozen)
  Rabu, 24 Jun 2026 - https://cookpad.com/ - Terbaca 90 x
5 . Formulasi Minuman Kopi Rumput Laut dan Biji Pala dengan Variasi Waktu Penyangraian yang Berbeda
  Senin, 08 Jun 2026 - https://ojs.umrah.ac.id/ - Terbaca 154 x
6 . Kreativitas Warga, Batok Kelapa Diubah Menjadi Pelampung Budidaya Rumput Laut
  Selasa, 02 Jun 2026 - https://rri.co.id/ - Terbaca 146 x
7 . Inovasi Teh Rumput Laut Antidiabetes dari Peneliti Perikanan UGM Tembus Jurnal Internasional
  Selasa, 26 May 2026 - https://fish.faperta.ugm.ac.id/ - Terbaca 153 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,654,610 Kali
Member JaSuDa 10,774 Org
Buku Promosi 810 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin