
Sulawesi- Mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Rokhmin Dahuri meminta Sulawesi Tengah membangun kebun bibit rumput laut agar petani tidak susah.
"Jangan sampai Sulawesi Tengah terus impor dari Jawa," kata Rokhmin Dahuri saat seminar rumput laut di Palu, Kamis.
Sulawesi Tengah adalah penghasil rumput laut terbesar kedua di Indonesia dengan setelah Sulawesi Selatan, dengan produksi sebanyak 821.317 ton rumput laut basah.
Produksi rumput laut Sulawesi Tengah itu berasal dari Kabupaten Banggai Kepulauan menghasilkan rumput laut sekitar 37,5 persen, disusul Kabupaten Morowali (28,6 persen), Kabupaten Banggai (15 persen), dan sisanya tersebar di sejumlah daerah.
Menurutnya, keberadaan kebun bibit rumput laut di Sulawesi Tengah sangat penting karena budidaya rumput laut di wilayah ini sudah marak dilakukan oleh masyarakat.
Dia mencontohkan petani rumput laut di Natuna, Kepulauan Riau, saat ini kekurangan bibit pada saat masyarakat sudah beramai-ramai terjun ke bisnis rumput laut.
"Hal itu sebenarnya tidak boleh terjadi," kata Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.
Dia juga mengatakan untuk menciptakan pertanian rumput laut yang maju dan berkembang salah satunya dengan tidak mengijinkan sebuah usaha yang bisa mencemari laut.
"Pencemaran air laut adalah musuh utama rumput laut," katanya.
Lebih lanjut Rokhmin Dahuri juga berharap Sulawesi Tengah bisa mendirikan pabrik pengolahan rumput laut mengingat potensinya sangat besar.
Hal itu bertujuan untuk memudahkan petani rumput laut dalam memasarkan hasil pertaniannya.
Selain itu, katanya, adanya pabrik pengolahan rumput laut juga bisa meningkatkan nilai tambah rumput laut karena dijual bukan dalam bentuk bahan mentah lagi.
Adanya pabrik rumput laut itu juga akan menyerap tenaga kerja yang akhirnya menciptakan kesejahteraan masyarakat.