
NUNUKAN - Harga rumput laut terus melonjak. Bahkan harga rumput laut diprediksi mencapai puncaknya hingga Rp9.500 perkilogram.
“Prediksi bisa tembus Rp9.500 per kilogram,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Nunukan Supriyanto.
Supriyanto mengatakan, hanya dalam beberapa pekan harga rumput laut naik dari Rp7.500 menjadi Rp8.500 per kilogram.
“Sekarang Rp8.500. Ini harga di pasaran, di petani rumput laut sudah sekitar itu,” katanya.
Ia mengatakan, kenaikan harga ini disebabkan karena kurangnya produksi rumput laut di Jawa dan Sulawesi Selatan.
“Di sana sedang musim hujan sehingga tidak bisa dilakukan penjemuran. Rumput laut tidak bisa kena air tawar,” katanya.
Dengan produksi rumput laut yang turun di sejumlah daerah di Indonesia, permintaan dunia akan rumput laut tak mengalami perubahan. Produksi yang sedikit sementara permintaan dunia tetap, menyebabkan harga rumput laut naik. Kenaikan harga dimaksud diprediksi bertahan hingga Pebruari tahun depan.
Harga rumput laut di Nunukan menemui titik terendah beberapa bulan lalu dengan harga Rp5.000 per kilogram. Karena penurunan harga ini, produksi rumput laut di Nunukan juga berkurang.
Namun dengan kenaikan harga ini, Supriyanto mengimbau agar para petani rumput laut di Nunukan kembali meningkatkan produksinya.
“Mumpung harga bagus, silakan kencangkan tali,” ujarnya.
Dalam sebulan Kabupaten Nunukan bisa menghasilkan 600 ton rumput laut kering.