
PENAJAM - Agar dapat berkembang dan memiliki daya saing, maka usaha budi daya rumput laut yang selama ini masih dikelola secara sederhana, dibutuhkan manajerial yang baik. Wakil Bupati (Wabup) Penajam Paser Utara H Mustaqim mengatakan itu saat membuka pelatihan manajemen usaha budi daya rumput laut di Hotel Al-Banjari, Kamis (31/10).
Dikatakan Wabup, dari aspek geografis, PPU memiliki garis pantai lebih dari 27,25 kilometer dan luas wilayah laut 272,24 kilometer persegi atau 27.224 hektare. Hal tersebut merupakan potensi sumber daya alam yang dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Saat ini, pemanfaatan lahannya baru sekitar 77, 25 hektare atau `15 persen dari total potensi area 874 hektare. Demikian pula produksi rumput laut, pada tahun 2011 produksinya hanya mencapai 1.112,4 ton. Padahal apabila seluruh potensi dimanfaatkan, produksi dapat mencapai sekitar 65.550 ton per tahun.
Untuk mengelola itu semua, dibutuhkan SDM berkualitas dan teknologi yang tepat guna agar hasil maksimal. ”Selain harus bisa meningkatkan produksinya, petani juga harus memiliki ilmu pengelolaan keuangannya, sehingga pada penanaman selanjutnya, sudah bisa diperhitungkan,” pesan Wabup.
Karena itu, program pengembangan sektor perikanan dan kelautan diarahkan untuk meningkatkan SDM petani nelayan, peningkatan produksi dan produktivitas, serta peningkatan daya saing dan nilai tambah bagi petani.
”Kerja sama antara pemerintah dengan Bank Indonesia ini harus bisa meningkatkan kualitas SDM petani, dan ini merupakan program strategis dalam rangka memberikan pengetahuan, sehingga mampu memahami, mengenali dan menginspirasi serta menggerakkan jiwa agar memiliki keunggulan kompetitif,“ terang Wabup.
Deputi BI Perwakilan Balikpapan Agoes Darminto mengatakan, banyak potensi yang bisa meningkatkan ekonomis warga Kaltim, bukan hanya berfokus pada lahan tambang, karena tambang adalah hasil bumi yang bisa habis. Namun dengan pengelolaan rumput laut yang baik, tidak menutup kemungkinan hasilnya juga memajukan warga.
“Di PPU ini untuk rumput laut harus lebih ditingkatkan lagi, oleh karena itu BI selalu mendukung pembangunan termasuk Usaha Kecil Menengah (UKM),“ kata Agoes.
Kepala Dinas Pertanian Perikanan Peternakan dan Kelautan (DP3K) Abbas Cholid mengatakan, peserta pelatihan berjumlah 40 orang terdiri dari 35 orang petani, 5 orang pengawas dan 5 orang IKM. “Dengan adanya kerja sama ini bisa meningkatkan penghasilan petani, sehingga program pemerintah berjalan yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat, “kata Abbas.