
Merdeka.com - Pemerintah berjanji mengembangkan industri pengolahan rumput laut nasional. Mengingat, rumput laut sudah menjadi produk kelautan yang berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional.
Ini lantaran produksi rumput laut dalam negeri semakin meningkat. Bahkan, tahun lalu, Indonesia menjadi salah satu produsen rumput laut terbesar di dunia.
"Di masa depan budidaya rumput laut dan industri pengolahan akan berkembang di pasar dan akibatnya akan menciptakan lapangan kerja, pendapatan, dan ekonomi perbaikan bagi pelaku bisnis," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Sjarief Widjaja dalam pembukaan FAO Regional Workshop Seaweed Culture, Handling, and Processing, di Jakarta, Jumat (4/10).
Sjarief mengatakan, pengembangan budidaya rumput laut merupakan salah satu bagian dari penguatan industrialisasi kelautan dan perikanan berbasis pelestarian lingkungan atau dikenal juga dengan ekonomi biru. Dengan demikian, sektor kelautan dan perikanan bisa semakin berkontribusi terhadap penyediaan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan.
"Melalui industrialisasi kelautan dan perikanan diharapkan ada peningkatan nilai tambah produk kelautan dan perikanan yang diikuti dengan meningkatnya daya saing, terjadi modernisasi antara produk hulu dan hilir, serta terjadi penguatan wirausaha kelautan dan perikanan yang difokuskan pada komoditas utama sekaligus terbentuknya distribusi sumber daya alam dengan manajemen terpadu," kata Sjarief.
Workshop ini diikuti oleh 150 peserta yang berasal dari beberapa negara peserta Food and Agriculture Organization (FAO). Negara tersebut antara lain Bahrain, Kamboja, India, Iran, Myanmar, Oman, Saudi Arabia, Sri Lanka, dan Thailand.