
AMBON,AE.—Direncanakan, pada 2014,pengolahan rumput laut skala pabrik akan menyentuh Kabupaten Maluku Tenggara (Malra). Dipilihnya Maluku Tenggara karena bahan baku rumput laut di kabupaten ini sangat banyak dan kualitasnya jauh lebih bagus dari daerah lain di Maluku.
“Memang, ini masih perencanaan. Tapi, pemilihan lokasi serta pembangunan pabrik sudah kita pikirkan sejak lama. Yang utama adalah, perlu memperhatikan kualitas produksi dan bahan baku sehingga persiapan haruslah matang,”kata Kepala Balai Riset dan Standarisasi Industri Ambon, Maria Leha, kepada Ambon Ekspres, kemarin.
Menurutnya, untuk skala pabrik, produksinya harus lancar serta bahan bakunya mencukupi.Saat ini, sedang menunggu pembangunan pabrik yang ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara. Sedangkan balai akan menyiapkan alat teknologi sekaligus melakukan pendampingan untuk mengelola rumput laut. Pendampingan dilakukan hingga para pengusaha tersebut mandiri.
“Untuk skala pabrik ini, pengolahannya skala besar dan harganya pasti bukan Rp10 ribu tapi bisa mencapai Rp 35 ribu hingga 40 ribu. Dari olahan rumput laut bisa dibuat es krim, komsetik dan untuk kebutuhan makanan yang lain,”paparnya.
Diakui, untuk pengolahan rumput laut di Maluku masih berskala home industri yang menghasilkan bentuk olahan makanan dalam jumlah terbatas. Karena itu, jika dapat ditingkatkan, secara otomatis, pemasaran rumput laut akan lebih berkembang.”Bila produksinya besar, pastinya dapat membuka lapangan kerja dan mensejahterakan masyarakat kecil terutama mereka yang membudidayakan rumput laut,”terangnya.