
MAKASSAR, BKM -- Asosiasi Rumput Laut Indonesia (Arli) meminta Pemprov SulSel agar mengeluarkan satu kebijakan yang dapat bekerjasama dengan pemerintah daerah terkait dengan pengembangan rumput laut
Ketua Umum Arli, Safari Azis, menjelaskan, pihaknya menemui Wakil Gubernur, Agus Arifin Nu'mang, membicarakan terkait langkah strategi terhadap pengembangan rumput laut, apalagi di Sulawesi Selatan yang potensinya cukup besar.
"Daerah ini memiliki beberapa tempat yang cukup strategis dalam pengembangan rumput laut dan ini perlu dilakukkan penataan ulang sistemnya seperti apa," Kata Safari, Kamis (30/1), di Kantor Gubernur Sulsel.
Ia menjelaskan, kebijakan yang dimaksud adalah bagaimana agar produksi dan ekspor tetap bagus pertumbuhannya dan ini harus diperbaiki, apalagi tahun 2013, sekitar 70 ribu ton rumput laut yang di ekpsor keluar dan sulsel menjadi daerah terbesar ekspor setelah Jawa Timur.
"Kalau dirata-ratakn produksi pertahun dari Asosiasi 100 ribu-150 ribu ton, 70 ribu ton di ekspor keluar sedangkan sisanya di kirm ke daerah seperti Jawa," papar Safari.
Terkait dengan terjadinya penurunan produksi, Safari mengungkapkan, terjadi tahun lalu yang mencapai 40 persen. Permasalahannya adalah lahan yang dipakai untuk mengembangkan rumput laut bermasalah, akibat cuaca yang tidak bagus.
"Akibatnya, untuk memenuhi permintaan ekspor ke luar, kami mencari sampai ke pelosok timur, seperti Sulawesi Tenggara dan Maluku. Jadi, walaupun tidak berproduksi di Sulsel, tapi ekspor tetap meningkat," imbuhnya.
Untuk itu, Safari berharap antara pemerintah, asosiasi mencari jalan keluar dengan pola pengembangan yang bagus, sehingga ketika terjadi anomali cuaca bisa mencari wilayah yang dikonsentrasikan, misalnya di wilayah pantai barat sedang hujan, maka bisa dipindah ke pantai timur atau selatan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu"mang, meminta agar pembahasan soal startegi pengembangan ini kembali dibahas dengan duduk bersama, antara asosiasi, pemerintah dan Instansi jajaran terkait.
Beberapa permasalahan termasuk mendukung ekspor agar bisa lebih meningkat lagi serta melakukan pemantauan terhadap ekspor rumput laut .
"Selama inikan selalu fokus pada ekspor keluar, tanpa disadari ternyata ada juga yang disuplai ke daerah inilah yang harus dilakukan pengawasan. Terkait permasalahan lahan rumput laut, akibat cuaca yang pancaroba juga akhirnya inikan banjir sanitasi yang tidak bagus," ungkapnya.