
Pembangunan dan pengembangan Pulau Tengah sebagai kawasan elit di Kepulauan Seribu menuai pro dan kontra dari masyrakat setempat. Pasalnya, pembangunan tersebut dianggap ikut andil terhadap rontoknya usaha nelayan rumput laut di Pulau Pari Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.
Saat ini, tahap pembangunan kawasan elit yang akan dijadikan sebagai trandmark dan ikon wisata bahari bertaraf nasional sudah memasuki tahap hingga pengurukan pantai guna memperluas area pembangunan. "Saat ini pengurukanya sudah melewati garis fisik pulau, akibatnya usaha rumput laut di Pulau Pari makin rontok," kata Salbi (31) warga RT 01/03 Pulau Pari, kepada beritapulauseribu.com, Kamis (06/02/2014).
Sementara itu, Ahyat Ketua RW 04, Kelurahan Pulau Pari mengaku tidak keberatan dengan rencana pembangunan tersebut. Pasalnya, pembangunan itu dianggap mampu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Pulau Seribu khususnya yang ada di Pulau Pari. "Pada prinsipnya kita dukung, kami juga meminta agar pihak pengelola Pulau Tengah nantinya bisa mempekerjakan warga kami," pintanya.
Sebelumnya, Bupati Kepulauan Seribu, Asep Syarifudin, mengapresiasi pembangunan kawasan elit diwilayahnya. Pasalnya, pembangunan itu bisa menjadi jembatan bagi kemajuan Pulau Seribu dalam persaingan ditingkat pariwisata, Menurut Asep, pulau yang sedang dibangun menjadi kawasan wisata elit bernuansa bahari itu diyakini akan menjadii trandmark dan menjadi ikon wisata bertaraf nasional. "Mudah-mudahan ini tidak kalah dengan yang ada di daerah lain," pungkasnya.