
SEMARAPURA, BALIPOST.com-Kualitas terbaik rumput laut Nusa Penida, berbanding terbalik dengan kondisi riil petaninya. Bahkan, petani rumput laut makin merana. Kondisi ini mengundang keprihatinan Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta.
Bupati mengatakan, Kementrian Kelautan dan Perikanan RI menyatakan kualitas rumput laut Nusa Penida terbaik di dunia. Namun, kualitas itu tak berdampak pada nasib petani. “ Cap terbaik didunia sepertinya hanya stempel. Buktinya, kondisi petani rumput laut belum sejahtera,” tegasnya, Jumat (7/2) siang. Celakanya, kata Bupati, Kementrian juga bingung mencari solusi agar potensi rumput laut bisa berimbas pada nasib petani. Sebab, selama ini, harga di tingkat petani selalu rendah.
Dengan kondisi ini, Bupati mengusulkan kepada Kementrian agar petani rumput laut dibantu alat pengolahan rumput laut. Sehingga, petani bisa mengolah sendiri menjadi berbagai makanan ringan. Seperti, dodol, permen dan lainnya. “Dulu sering ada yang memberikan bantuan, tapi tidak ada yang mengkordinir. Jadinya, jalan sendiri-sendiri, dan tidak jelas kelanjutannya. Apakah sudah berkembang atau tidak. Padahal, pemantauan itu yang penting,” katanya.