
Sebanyak 150 petani rumput laut atau 50 persen dari total petani di wilayah pesisir Kota Bontang beralih profesi menjadi pencari teripang laut dan kuli bangunan sejak beberapa bulan terakhir. Penurunan jumlah petani rumput laut ini, dipicu merosotnya harga jual rumput laut kering hingga Rp 4 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp13 ribu.
“Dari data yang ada, dari total 300an petani rumput laut di Bontang, lebih setegahnya sudah berhenti sementara waktu dan beralih profesi menjadi nelayan tangkap, pencari teripang laut dan kuli bangunan,” kata Kepala Seksi (Kasi) Perikanan dan Budidaya Dinas Perikanan, Kelautan, dan Pertanian (DPKP), Moedji Hartati saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 11 Juli 2016.
Ia mengatakan, penurunan jumlah petani di Bontang diprediksi bakal terus meningkat, karena harga jual rumput laut belum menujukkan bakal segera naik. Saat ini, sebagian petani yang masih bertahan hanya menjaga agar stok bibit rumput laut mereka tetap ada. Supaya saat harga normal, mereka dapat kembali beraktivitas.
Dijelaskan, alasan petani rumput laut beralih profesi, lantaran penghasilan dari budidaya rumput laut tidak menutup ongkos operasional selama perawatan hingga masa panen selama 60 hari. Rata-rata petani rumput laut menghabiskan 150 liter dalam sebulan, belum lagi ditambah biaya perawatan agar tidak terserang hama.
Sedangkan hasil panen rata-rata tiap petani hanya 1 ton, selisih antara beban operasional dan tenaga selama perawatan menjadi alasan para pembudidaya beralih profesi. “Tidak menutup beban operasional, dalam sehari saja mereka bisa 2-4 kali membersihkan tanaman rumput laut agar terbebas dari hama ais-ais. Tapi keutungan yang diterima sangat kecil,” katanya.