
Kendari - Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara menjadikan kawasan Liya Raya di Pulau Wangiwangi sebagai sentra produksi budi daya rumput laut atau agar-agar di kabupaten tersebut.
Kepala Bagian Humas dan Protokoler Sekretariat Pemerintah Kabupaten Wakatobi, La Ode Ifi melalui telepon dari Wangiwangi, Senin (25/7) mengatakan kawasan yang dijadikan sentra produksi budi daya agar-agar di Wakatobi tersebut sebelumnya menjadi binaan Marine Resources Program (MRP) atau program sumber daya kelautan dari US Agency for Internasional Development (USAID) Amerika Serikat.
“Kawasan sentra produksi budi daya agar-agar di Wakatobi tersebut terdiri dari dua desa, yakni Desa Liya di Kecamatan Wangiwangi Selatan dan Desa Matahora di Kecamatan Wangiwangi. Petani rumput laut di dua desa itu, sukses mengembangkan budi daya agar-agar hingga produksi agar per petani mencapai 70-100 ton setiap kali panen,” katanya.
Menurut Ifi, dua desa yang sukses mengembangkan budi daya agar-agar atau rumput laut itu, saat ini telah menjadi tempat yang sering dikunjungi para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Selain dua desa tersebut, program sumber daya kelautan dari USAID katanya, juga telah berhasil membina kelompok masyarakat pencita alam yang proaktif membuat brosur berisi program wisata laut di tingkat desa.
“Melalui brosur tersebut, kelompok pecinta alam mendorong meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai isu-isu pengelolaan dan pemanfaatan lingkungan secara berkelanjutan,” jelas Ifi.
Program USAID di Wakatobi menurut Ifi, juga sukses membina tiga kelompok perempuan yang membuat produksi ikan olahan berupa abon ikan, ikan asap dan dendeng ikan. Setiap kelompok perempuan binaan USAID yang mengembangkan tiga macam produksi ikan olahan tersebut, beranggotakan 15 orang.
“Kelompok perempuan yang mengembangkan usaha pembuatan tiga jenis produk berbahan ikan itu, sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat. Tingkat pendapatan para keluarga yang mengembangkan usaha tersebut meningkat signifikan,” katanya.
Diungkapkan Ifi, wilayah perairan laut Wakatobi yang luasnya mencapai 97 persen dari total luas wilayah Wakatobi seluas 1,4 juta hektar, sangat cocok untuk pengembangan budi daya rumput laut.
“Di Wakatobi petani yang mengembangkan usaha budi daya rumput laut mencapai kurang lebih lebih 32.000 petani. Para petani tersebut sehari-harinya juga beraktivitas sebagai nelayan tangkap ikan,” katanya.