
Selain ekspor hasil kelautan dan perikanan lewat udara, Kaltara sebentar lagi mengekspor rumput laut dan ikan bandeng sendiri.
Rencananya di pertengahan bulan September nanti, akan dilaksanakan ekspor perdana rumput laut ke sejumlah negara di Asia.
“Kami rencanakan tanggal 16 September eskpor perdana lewat Pelabuhan Malundung Tarakan. Bandara dan pelabuhan sudah internasional,” sebut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltara, Amir Bakry, Senin (29/8/2016).
Sasaran ekspor rumput laut dan bandeng seperti Jepang, Hong Kong, China, Korea, dan Filipina.
Kegiatan ekspor dikerjasamakan dengan PT Kaltim Kariangau Terminal yang bernaung di bawah Pelindo.
“Mereka nanti yang menyiapkan kargo untuk komoditas ekspor pelabuhan,” sebutnya.
Sebelumnya komoditas ekspor masih melalui pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya dan Pelabuhan Soekarno-Hatta di Makassar.
“Pelindo sudah menyiapkan kontainer yang memang biaya angkutannya lebih murah. Biaya angkut dari Tarakan ke Surabaya lebih mahal ongkosnya dari Surabaya ke China,” sebutnya.
Adapun produksi rumput laut Kaltara mencapai 60 ribu ton per tahunnya. Praktis per bulannya mencapai 5 ribu ton.
Ikan bandeng produksinya mencapai 40 ribu ton per tahun atau sekitar 3 ribu ton per bulan.