
Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali mencatat produksi budidaya rumput laut hingga triwulan II/2016 mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
I Made Gunaja, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, memaparkan hasil produksi rumput laut selama Januari 2015 - Juni 2015 sebanyak 57.375 ton, sedangkan periode yang sama tahun ini hanya sebanyak 51.659 ton.
“Hampir semua kabupaten penghasil rumput laut di Bali seperti Kabupaten Klungkung, Kabupaten Badung, maupun Kabupaten Buleleng mengalami penurunan hasil produksi rumput laut yang disebabkan oleh beberapa faktor,” terangnya saat ditemui di Denpasar baru-baru ini.
Dia menjelaskan, yang mempengaruhi penurunan rumput laut di Kabupaten badung diantaranya karena banyak pembudidaya rumput laut banyak yang tertarik pada pekerjaan menjadi pemandu wisata.
“Penyebab lainnya adalah ikan juga banyak yang senang memakan rumput laut sehingga produksi rumput laut mengalami penurunan. Selain itu, beberapa waktu lalu sering terjadi hujan sehingga air laut bercampur dengan air tawar yang menyebabkan tidak maksimal pertumbuhan rumput laut itu sendiri,” tegasnya.
Dia mengaku, pihaknya pun terus menyediakan bibit rumput laut sebagai salah satu upaya guna membantu meningkatkan produksi rumput laut di Bali.
“Kami juga membuat kebun bibit rumput laut dan itu yang kita remajakan bibitnya agar bisa berproduksi. Sebenarnya peluang rumput laut untuk ekspor masih banyak, namun pengaruh dari sisi cuaca dan pembudidaya yang memilih pekerjaan lain, kami tidak bisa mengintervensi sehingga upaya kami adalah menyediakan bibit-bibit rumput laut agar produksi meningkat,” jelasnya.