
Potensi pengembangan Budidaya rumput laut menjadi salah satu aspek yang memiliki prospek cerah di Indonesia. Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, misalnya. Menurut Wakil Bupati Gorontalo Roni Imran, pengembangan budidaya rumput laut bisa menembus hingga 1 triliun rupiah per tahun.
Perairan Indonesia yang kaya akan sumber daya, termasuk rumput laut membuat komoditas rumput laut menjadi salah satu hasil laut unggulan dan dikembangkan secara luas, tersebar di seluruh wilayah perairan Indonesia.
Indonesia dikenal memiliki kualitas rumput laut yang baik serta banyak diminati oleh berbagai industri. Misalnya Industri makanan, dekorasi porselen, bahan bakar bio fuel, bahkan bahan baku benang jahit operasi.
Berdasarkan hasil penelitian beberapa perguruan tinggi kata Roni, terdapat setidaknya tujuh ribu hektare areal laut yang potensial sebagai lokasi pembudidayaan rumput laut. Penelitian tersebut salah satunya dilakukan oleh Ehyme Jepang. Areal yang paling banyak terdapat di sekitar pulau-pulau bagian barat sepanjang pantai Monano hingga Tolinggula.
Luas indikatif lahan yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya komoditas rumput laut Indonesia mencapai 769.452 ha. Dari jumlah itu, baru sekitar 50 persen atau seluas 384.733 ha yang secara efektif dimanfaatkan.
Provinsi Golontalo memilki luas indikatif efektif sebesar 20.621 ha dan kawasan potensial 10.311 ha. Pada tahun 2014, Target produksi rumput laut mencapai 10 juta ton dengan lahan seluas 384, 73 ribu ha.
Kendala Pengetahuan
Wakil Bupati ini juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah akan lebih mendorong masyarakat agar mengembangkan budidaya rumput laut karena potensinya sangat besar. Namun terdapat beberapa kendala dalam mewujudkannya. Pengetahuan yang minim merupakan faktor utama seringnya pembudidaya merugi. Hal ini dikarenakan banyak rumput laut yang mati sebelum berproduksi.
"Saya sendiri bersama beberapa staf di Dinas Kelautan dan Perikanan telah melakukan kunjungan ke beberapa daerah penghasil rumput laut di Maluku dan Sulawesi Selatan, untuk melihat langsung teknik pembudidayaan rumput laut yang tepat, maka ilmu tersebut akan disalurkan ke petani rumput laut di daerah ini, khususnya di wilayah potensial untuk pengembangannya," ujarnya.
Selain itu, Ia juga berharap upaya ini bisa kembali mendorong minat para petani rumput laut, terutama yang ada di wilayah Ponelo Kepulauan yang dahulu pernah berjaya di tahun 90-an dengan produksi per bulan mampu menghasilkan pendapatan minimal Rp200 juta.
Untuk target kedepannya pemerintah daerah bakal menganggarkan minimal 2 miliar rupiah untuk mendukung aktivitas permodalan bagi para kelompok budidaya rumput laut di daerah ini.
Transfer ilmu pengetahuan dan teknologi terkait pengelolaan budidaya rumput laut di daerah ini diharapkan dapat kembali meningkatkan minat petani agar potensi produksi hingga 1 triliun rupiah bisa tercapai.