
Pagi itu, pintu kantor PT Jaringan Sumber Daya (JaSuDa) terbuka sedikit lebih awal. Udara masih terasa segar, namun suasana sudah dipenuhi percakapan kecil, langkah kaki yang ragu sekaligus antusias, dan tatapan penuh harap. Enam mahasiswa dari Universitas Hasanuddin berdiri di sana—membawa lebih dari sekadar berkas administrasi. Mereka membawa mimpi, rasa ingin tahu, dan keberanian untuk melangkah keluar dari ruang kelas menuju dunia kerja yang sesungguhnya.
Hari itu menandai awal perjalanan magang mereka. Bukan sekadar program wajib kampus, tetapi sebuah kesempatan untuk belajar langsung dari praktik nyata. JaSuDa menyambut kehadiran mereka sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi—khususnya dalam penguatan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Berasal dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan serta Fakultas Teknologi Pertanian, keenam mahasiswa ini datang dengan latar keilmuan yang beragam. Ada yang mendalami teknologi hasil perikanan, ada yang fokus pada manajemen sumber daya perairan, hingga ilmu dan teknologi pangan. Di JaSuDa, semua disiplin itu bertemu dalam satu ruang belajar yang sama—ruang tempat teori diuji, dipraktikkan, dan dimaknai ulang.
Selama masa magang yang akan mereka jalani, para mahasiswa tidak hanya menjadi pengamat. Mereka akan terlibat langsung dalam proses kerja perusahaan: memahami alur pengolahan, menyelami manajemen sumber daya, hingga merasakan dinamika profesional di lingkungan industri. Setiap hari adalah pelajaran baru, setiap tugas adalah pengalaman, dan setiap tantangan adalah bekal.
Bagi JaSuDa, kehadiran enam mahasiswa ini bukanlah rutinitas tahunan semata. Ini adalah investasi jangka panjang—membangun jembatan antara kampus dan industri, antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan nyata di lapangan, antara generasi hari ini dan masa depan sektor kelautan dan perikanan.
Ketika masa magang berakhir nanti, JaSuDa berharap mereka pulang bukan hanya membawa laporan dan tanda tangan pembimbing. Lebih dari itu, mereka membawa cerita, keterampilan, dan keyakinan bahwa mereka siap melangkah sebagai sumber daya manusia unggul—siap berkontribusi dan menghadapi tantangan dunia industri dengan percaya diri.